Rumput purun yang tumbuh di lahan basah Kalimantan Selatan diolah menjadi produk untuk kebutuhan gaya hidup digital melalui Gaia Weave, sebuah wirausaha sosial yang didirikan Alexandra Christy Untono, siswi kelas 12 ACS Jakarta.
Gaia Weave mengembangkan purun (Lepironia articulata) menjadi berbagai produk fungsional, seperti tech organizer, document pouch, tas, dan perlengkapan rumah tangga. Inisiatif ini dibangun dengan menggabungkan keterampilan anyam tradisional dan kebutuhan pasar modern.
Dari material lokal menjadi produk bernilai tambah
Alexandra mendirikan Gaia Weave pada 2025 dengan perhatian pada lingkungan serta kesejahteraan masyarakat di sekitar ekosistem gambut dan lahan basah Kalimantan Selatan. Menurut dia, pemanfaatan purun secara ekonomi dapat menciptakan alasan bagi masyarakat untuk mempertahankan lanskap tempat tanaman tersebut tumbuh.
“Purun tumbuh subur di lingkungan yang basah. Dengan menciptakan nilai ekonomi dari purun, kami ingin membantu membangun insentif agar masyarakat tetap melihat nilai dari lanskap tempat purun tumbuh,” ujar Alexandra dalam keterangan resminya, Sabtu (3/10/2026).
Melalui pendekatan inovasi material, Gaia Weave merancang rantai pasok dari hulu hingga hilir. Model tersebut menjembatani proses pengolahan dan anyaman yang dikerjakan perajin dengan kebutuhan konsumen terhadap produk yang fungsional dan berbasis keberlanjutan.
Melibatkan 126 perajin di 15 desa
Sejak berdiri, Gaia Weave telah merangkul 126 perajin yang tersebar di 15 desa di Kalimantan Selatan. Kapasitas produksinya mencapai 6.000 unit per bulan, dengan produk yang dipasarkan melalui lebih dari 100 gerai ritel, termasuk Ranch Market dan Dekoruma.
Selain penjualan ritel, produk Gaia Weave juga digunakan oleh sektor korporasi untuk kebutuhan merchandise dan hadiah bagi karyawan. Saluran tersebut memperluas pemanfaatan purun dari bahan anyaman tradisional menjadi produk yang masuk ke kebutuhan bisnis dan keseharian.
Pemanfaatan purun juga dikaitkan dengan upaya mempertahankan fungsi ekologis lahan gambut. Ekosistem ini berperan sebagai penyimpan cadangan karbon dan pengatur tata air. Dengan tetap memberi nilai ekonomi pada purun, pendekatan Gaia Weave diarahkan untuk mendorong masyarakat merawat kawasan basah agar tidak dikeringkan atau dibakar.


