PT Pindad tengah memperluas pengembangan teknologi pertahanan, tidak hanya melalui produk persenjataan konvensional, tetapi juga sistem persenjataan pintar atau smart weapon system. Pengembangan itu disiapkan untuk menjawab kebutuhan pertahanan saat ini sekaligus mengantisipasi kebutuhan di masa mendatang.
Direktur Utama PT Pindad Sigit P Santosa menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan Muzani bersama rombongan MPR. Dalam kesempatan itu, Pindad memaparkan sejumlah produk yang sedang dikembangkan serta kesiapan perusahaan dalam mendukung kebutuhan pertahanan negara.
Pengembangan senjata hingga kendaraan taktis
Menurut Sigit, cakupan pengembangan Pindad meliputi senjata dan amunisi, kendaraan taktis, kendaraan operasional, serta teknologi pertahanan masa depan. Ragam produk itu dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan berbagai satuan, termasuk ketika pemerintah membangun batalyon-batalyon baru.
“Kami sampaikan juga tadi produk-produk apa saja yang kami sedang kembangkan, bagaimana pemenuhan terkait dengan bagaimana pada saat kita membangun batalyon-batalyon baru, kami siapkan senjata dan amunisi, bagaimana untuk kendaraan taktisnya, kendaraan operasionalnya, termasuk juga teknologi-teknologi baru masa depan,” kata Sigit.
Pernyataan tersebut menempatkan pengembangan produk Pindad dalam satu rangkaian kebutuhan, mulai dari perlengkapan persenjataan hingga kendaraan pendukung operasional. Perusahaan juga memperkenalkan teknologi yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pertahanan di masa depan.
Selain sistem persenjataan konvensional, Pindad menyebut pengembangan smart weapon system sebagai bagian dari teknologi yang tengah dikerjakan. Namun, dalam keterangan tersebut tidak dirinci jenis sistem, tahapan pengembangan, maupun jadwal produksi teknologi itu.
Dukungan MPR bagi industri strategis
Sigit menilai dukungan dari MPR penting bagi Pindad dalam memperkuat perannya sebagai salah satu industri strategis nasional. Dukungan tersebut juga berkaitan dengan posisi Pindad sebagai komponen pendukung pertahanan negara.
Dalam kunjungan itu, Muzani didampingi Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dan Eddy Soeparno. Turut hadir Ketua Komisi Kajian Konstitusi (K3) MPR Taufik Basari, jajaran K3 MPR, serta pejabat Sekretariat Jenderal MPR RI.
Rombongan MPR tidak hanya menerima pemaparan mengenai teknologi dan produk yang sedang dikembangkan. Mereka juga meninjau sejumlah fasilitas produksi PT Pindad. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda untuk melihat langsung kemampuan perusahaan dalam menyiapkan kebutuhan senjata, amunisi, kendaraan taktis, kendaraan operasional, dan teknologi pertahanan lainnya.


