Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan dukungan Indonesia terhadap prinsip Satu China dalam pertemuan dengan Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China (CPPCC) Wang Huning. Pertemuan tersebut juga membahas pentingnya menjaga dan memperkuat kemitraan strategis Indonesia-China.
Muzani menyampaikan bahwa hubungan kedua negara perlu terus dibangun melalui komunikasi dan kunjungan timbal balik. Menurut dia, hubungan diplomatik Indonesia dan China yang telah berlangsung lebih dari 75 tahun menjadi dasar penting untuk mempertahankan tradisi saling mengunjungi antara kedua pihak.
Dukungan terhadap prinsip Satu China
Dalam pertemuan itu, Muzani kembali menegaskan sikap Indonesia mengenai kebijakan Satu China. Ia menyatakan, MPR RI mendukung posisi pemerintah Indonesia yang memandang persoalan tersebut sebagai urusan dalam negeri China.
“Pemerintah Indonesia menegaskan sikap One-China Policy yang tentu didukung oleh MPR RI karena kami percaya bahwa hal tersebut merupakan persoalan dalam negeri Tiongkok sendiri dan dapat diatasi oleh Tiongkok,” kata Muzani, sebagaimana dilansir Antara.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu penegasan posisi Indonesia dalam hubungan bilateral dengan China. Muzani menyampaikan dukungan itu saat membicarakan penguatan hubungan antarlembaga serta kemitraan strategis yang telah terjalin di antara kedua negara.
Menjaga kedaulatan dan perdamaian kawasan
Muzani mengatakan Indonesia dan China memiliki kepentingan untuk saling mendukung kebijakan pemerintah masing-masing. Ia menyebut kedua negara sama-sama berkomitmen menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional, sekaligus memelihara perdamaian serta keamanan kawasan.
“Indonesia dan China sama-sama menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional masing-masing serta menjaga perdamaian dan keamanan kawasan, karena perdamaian juga mendukung kegiatan ekonomi yang berujung pada kesejahteraan rakyat,” ujar dia.
Menurut Muzani, stabilitas kawasan memiliki kaitan dengan keberlangsungan kegiatan ekonomi. Karena itu, hubungan Indonesia-China tidak hanya dipandang dari sisi diplomatik, tetapi juga dalam kerangka menjaga kondisi yang mendukung kesejahteraan masyarakat.
Dari pihak CPPCC, Wang Huning menyampaikan harapan agar tradisi saling mengunjungi antara Indonesia dan China dapat terus dipertahankan. Muzani menyebut harapan itu disampaikan dengan mengingat hubungan diplomatik kedua negara yang telah berjalan lebih dari 75 tahun.
Tradisi kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan yang telah berlangsung panjang. Bagi Muzani, penguatan komunikasi dan saling dukung antarkedua negara diperlukan untuk mempertahankan kemitraan strategis, kedaulatan, kepentingan nasional, serta perdamaian dan keamanan kawasan.


