SMBC Nikko dan Uniswap menggandengkan keahlian mereka untuk membangun DeFi Gateway, sebuah platform keuangan terdesentralisasi yang ditujukan bagi pasar Jepang. Platform ini dirancang dengan fokus utama pada penyediaan likuiditas, sehingga berpotensi mengubah cara investor mengakses dan berpartisipasi dalam pasar aset digital.
Melalui model tersebut, pengguna nantinya berpotensi menyetorkan aset ke dalam kumpulan dana atau liquidity pool. Dana itu kemudian dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas transaksi. Sebagai imbalannya, pengguna berpeluang menerima biaya yang dihasilkan dari aktivitas perdagangan di dalam platform.
Rincian akses dan biaya belum diumumkan
Meski konsep utamanya telah tergambar, sejumlah informasi penting mengenai DeFi Gateway masih belum tersedia. Belum ada penjelasan mengenai jenis aset yang dapat digunakan pengguna, nilai investasi minimum, besaran biaya transaksi, maupun mekanisme akses ke platform tersebut.
Ketidakjelasan itu menjadi bagian penting bagi calon pengguna maupun investor. Jenis aset yang diterima akan menentukan ruang partisipasi dalam platform, sedangkan ketentuan mengenai modal awal dan biaya transaksi akan memengaruhi cara pengguna menghitung potensi imbal hasil serta risiko yang mungkin dihadapi.
Model penyediaan likuiditas juga menempatkan pengguna sebagai pihak yang memasukkan aset ke dalam kumpulan dana untuk mendukung transaksi. Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, belum dijelaskan lebih lanjut mengenai ketentuan operasional, pengelolaan dana, atau bentuk perlindungan yang akan diterapkan dalam DeFi Gateway.
Pajak dan perhatian regulator Jepang
Aspek perpajakan menjadi salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi penerapan platform tersebut di Jepang. Negara itu mengusulkan tarif pajak khusus sebesar 20,315 persen untuk transaksi kripto tertentu yang dilakukan melalui perusahaan aset kripto teregulasi.
Usulan itu berbeda dari kondisi saat ini. Pajak atas aset kripto dapat mencapai 55 persen apabila digabungkan dengan pajak penghasilan dan pajak daerah. Perbedaan tarif tersebut membuat struktur perpajakan menjadi pertimbangan penting bagi investor dan perusahaan yang terlibat dalam aktivitas aset digital.
Selain pajak, regulator Jepang juga memberikan perhatian pada perlindungan investor, keamanan, serta pencegahan pencucian uang. Fokus tersebut akan menjadi bagian dari tantangan bagi pengembangan DeFi Gateway, terutama karena platform ini membawa model keuangan terdesentralisasi ke dalam lingkungan pasar yang tetap mempertimbangkan aturan dan pengawasan.
Apabila proyek ini berhasil, model DeFi dengan ketentuan khusus tersebut berpotensi diperluas untuk mendukung stablecoin, aset dunia nyata yang ditokenisasi, serta berbagai produk aset digital lainnya. Namun, penerapan dan cakupan penggunaannya masih bergantung pada rincian platform serta kerangka aturan yang akan berlaku.


