Lloyds dan Visa menyelesaikan uji coba penggunaan stablecoin untuk pembayaran lintas negara senilai US$750.000 atau sekitar Rp13,41 miliar. Uji coba langsung yang berlangsung selama tujuh hari itu disebut Lloyds sebagai penyelesaian transaksi stablecoin pertama antara Visa dan kelompok perbankan besar di Inggris.
Transaksi tersebut dilakukan untuk memenuhi kewajiban pembayaran antar-lembaga keuangan, bukan untuk pembayaran yang dilakukan nasabah. Lloyds membeli USDC melalui Archax, bursa aset digital yang teregulasi di Inggris, sebelum menggunakannya dalam serangkaian penyelesaian transaksi berdenominasi dolar Amerika Serikat.
Dana sampai dalam waktu kurang dari satu jam
Volume transaksi dicatat melalui cabang Corporate Markets Lloyds di Jersey. Setelah itu, dana ditransfer kepada Visa di Amerika Serikat dan diterima dalam waktu kurang dari satu jam. Kecepatan tersebut juga tercatat ketika transaksi dilakukan pada akhir pekan.
Mengutip The Block, Jumat (2/10/2026), Lloyds menyatakan uji coba ini dirancang untuk menguji penggunaan stablecoin dalam kondisi operasional nyata. Selama ini, penyelesaian transaksi lintas batas melalui mekanisme tradisional dapat memerlukan waktu satu hari atau lebih apabila instruksi pembayaran dimulai di luar jam operasional perbankan.
“Menyelesaikan kewajiban pembayaran langsung senilai US$750.000 antara Lloyds dan Visa menggunakan stablecoin memungkinkan kami untuk melangkah lebih jauh dari sekadar teori dan menguji kemampuan ini dalam situasi nyata,” kata Peter Left, Kepala Aset Digital Lloyds.
Pengujian melibatkan jaringan blockchain berbeda
Uji coba tersebut tidak hanya mencakup transfer dana, tetapi juga pengoperasian infrastruktur blockchain. Lloyds menjalankan node miliknya sendiri di Canton Network selama proses berlangsung.
Visa, sementara itu, mendukung penyelesaian transaksi menggunakan blockchain publik lain yang tidak disebutkan namanya. Penggunaan jaringan berbeda itu menjadi bagian dari pengujian penyelesaian transaksi antara kedua institusi keuangan dalam skenario lintas batas.
Transaksi senilai US$750.000 tersebut menjadi bagian dari pengujian kemampuan stablecoin untuk mempercepat proses penyelesaian kewajiban pembayaran antarbank. Lloyds dan Visa belum menyebutkan blockchain publik yang digunakan Visa dalam uji coba tersebut.


