More

    Crazy Rich Ngamuk, Vila Ambruk hingga Pengembang Digugat

    Pengadilan Rakyat Wilayah 1 Vietnam memerintahkan Elegance Real Estate Investment Company membayar biaya perbaikan dua vila milik taipan perempuan Tran Thi Toan. Putusan itu diberikan setelah pembangunan gedung pencakar langit Ba Son Central Complex dinilai memperparah kerusakan pada properti mewah di kawasan Vinhomes Golden River Ba Son.

    Toan, 80 tahun, merupakan pendiri sekaligus pengelola Toan Thang Co. Ltd., perusahaan yang memiliki tambang batu putih dan hotel mewah. Pada 2017, ia membeli enam vila yang berdekatan di proyek Vinhomes Golden River Ba Son. Nilai keseluruhan properti tersebut kini disebut mencapai sekitar US$38,5 juta atau Rp685,3 miliar.

    Kerusakan muncul setelah pembangunan gedung

    Masalah mulai mencuat pada 2020, ketika Elegance selaku investor memulai pembangunan Ba Son Central Complex di sebelah deretan vila tersebut. Toan menilai aktivitas konstruksi menyebabkan bangunan retak dan mengalami penurunan.

    “Pembangunan proyek tersebut menyebabkan vila-vila mewah ini retak dan amblas,” kata Toan. Ia menyebut kerusakan itu membuatnya tidak dapat memenuhi perjanjian sewa, sehingga empat vila dibiarkan kosong.

    Dalam gugatannya, Toan menuntut US$150.000 atau sekitar Rp2,67 miliar untuk biaya perbaikan bangunan. Ia juga meminta kompensasi US$1,58 juta atau Rp28,12 miliar atas pendapatan sewa yang hilang.

    Elegance menolak seluruh klaim tersebut. Perusahaan menyatakan tidak memiliki perjanjian dengan Toan dan berpendapat kerusakan terjadi karena faktor alam, terutama kondisi tanah lunak tempat vila-vila itu berdiri. Elegance juga meminta pengadilan mengesampingkan bukti pendapatan sewa yang dinilai diperoleh secara tidak sah.

    Masterise Real Estate Development, pengembang proyek yang turut menjadi tergugat, juga membantah bertanggung jawab atas kerusakan. Perusahaan tersebut meminta dibebaskan dari seluruh proses persidangan.

    Pengadilan membedakan penyebab kerusakan

    Majelis hakim mengabulkan sebagian gugatan Toan dan mewajibkan Elegance membayar US$65.384 atau sekitar Rp1,16 miliar untuk biaya perbaikan. Nilai tersebut lebih rendah dari tuntutan awal penggugat.

    Putusan itu mempertimbangkan catatan survei sebelum konstruksi dimulai. Dokumen tersebut menunjukkan bahwa vila-vila itu memang telah memiliki kerusakan awal, seperti retakan rambut pada dinding perimeter, pilar pagar yang retak, serta penurunan di beberapa bagian akibat berdiri di atas tanah lunak.

    Namun, pengadilan menemukan bahwa pemompaan air tanah dan penggunaan alat berat dalam pembangunan Ba Son Central Complex mempercepat penurunan tanah. Kerusakan pada vila nomor 16 dan 17 terutama dinilai berasal dari dampak proyek tersebut.

    Sementara itu, kerusakan pada vila nomor 14, 15, 18, dan 19 dikaitkan dengan penurunan alami pada bangunan dan kawasan sekitarnya. Atas dasar itu, Masterise dibebaskan dari tanggung jawab karena posisinya disebut hanya sebagai pengembang, bukan investor proyek.

    Pengadilan juga menolak tuntutan pendapatan sewa sebesar US$1,58 juta. Toan dinilai tidak berhasil membuktikan kerugian aktual maupun hubungan sebab-akibat yang menunjukkan kerusakan fisik properti menjadi alasan utama terputusnya kontrak para penyewa.

    Majelis hakim menyebut kontraktor konstruksi proyek sebenarnya dapat dimintai pertanggungjawaban bersama Elegance. Namun, Toan tidak menggugat kontraktor tersebut dalam perkara ini. Karena itu, ia tetap diberi kesempatan mengajukan gugatan perdata terpisah pada kemudian hari.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles