Air Minum Harian: Air Demineral vs Air RO, Apa yang Harus Diketahui?
Banyak rumah di perkotaan kini memasang dispenser air reverse osmosis (RO) untuk kualitas air minum yang lebih baik. Meski praktis, muncul pertanyaan: adakah risiko kesehatan dari konsumsi air RO atau air demineral setiap hari?
Air Demineral dan RO: Pengertian
Air demineral adalah air tanpa mineral, dihasilkan dari proses reverse osmosis (RO) atau deionisasi. BPOM dan Kementerian Perindustrian mengatur standar SNI 6241:2023 agar air demineral aman konsumsi.
WHO merekomendasikan air minum mengandung minimal 30 mg kalsium per liter untuk kesehatan tulang. Konsumsi air dengan TDS sangat rendah dalam jangka panjang dapat berisiko bagi kesehatan.
Apakah Konsumsi Air Demineral Aman?
Dokter spesialis gizi klinik dan urologi berpendapat bahwa konsumsi air rendah mineral dalam jangka panjang meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama terkait dengan kehilangan mineral penting dalam tubuh.
Air RO: Keamanan dan Kandungan
Air RO aman dari sisi mikrobiologi, namun perlu perhatian pada asupan mineral jika dikonsumsi sebagai sumber utama cairan dalam jangka panjang. Sejumlah sistem RO dilengkapi fitur remineralisasi untuk mengembalikan mineral dalam air.
Kapan Tidak Menjadikan Air Demineral Sumber Utama?
- Saat pola makan rendah kalsium dan magnesium
- Pada anak-anak untuk kesehatan kardiovaskular
- Bagi penderita gangguan elektrolit tanpa pengawasan medis
- Untuk konsumsi jangka panjang tanpa sistem remineralisasi
Tentang Air Minum: Air Demineral vs Air Mineral
Air mineral mengandung mineral alami, sedangkan air demineral memiliki TDS yang sangat rendah hingga mendekati nol. Pemakaian air demineral sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan mineral harian tubuh.


