Pernyataan Kontroversial Ketua Umum Projo tentang Pemilu 2029 Dikritik oleh Sekjen PDI Perjuangan
Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyatakan kekagetannya atas pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, terkait kemungkinan penyelenggaraan Pemilu 2029 yang dapat dimajukan. Hasto menilai ujaran tersebut sebagai tindakan antidemokrasi yang tidak seharusnya terjadi.
Hasto mengungkapkan bahwa pernyataan Budi Arie tersebut disampaikan saat sebuah forum tertutup yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Hal ini menimbulkan kekhawatiran karena mengancam prinsip dasar demokrasi.
Reaksi Sikap PDI Perjuangan
Hasto menegaskan bahwa PDI Perjuangan tetap memegang teguh jadwal pelaksanaan Pemilu tahun 2029. Partai tersebut berkomitmen untuk menjaga kesehatan demokrasi dan memastikan semua proses berjalan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan secara sah.
Menurutnya, setiap kelompok masyarakat yang merasa tidak puas terhadap pemerintah memiliki hak untuk mengemukakan kritiknya melalui jalur demokratis yang telah disediakan. Hasto juga mendesak agar pemerintah dan lembaga negara lainnya senantiasa terbuka terhadap aspirasi dan kritik yang disampaikan oleh rakyat.
Pentingnya Keterbukaan Terhadap Kritik
Hasto menekankan bahwa keterbukaan terhadap kritik harus menjadi sikap yang dipegang oleh semua pihak yang terlibat dalam pemerintahan, termasuk anggota DPR. Baginya, setiap kritik konstruktif harus didengar dan dipertimbangkan demi kebaikan bersama.
Ia juga menegaskan bahwa segala bentuk tindakan yang dianggap melanggar konstitusi tidak boleh diabaikan, dan harus dihadapi secara tegas sesuai dengan hukum yang berlaku.
Sumber: Liputan6.com


