Masih Terdampak Perang Iran, Pasokan Minyak Dunia Menurun
Jakarta, CNBC Indonesia – Pasokan minyak bumi dunia terus mengalami dampak dari perang Iran yang belum berakhir. Dampaknya sangat terasa dengan menurunnya permintaan minyak mentah di pasar global. Badan Energi Internasional (IEA) bahkan memperingatkan bahwa meskipun terjadi resolusi damai, lonjakan produksi minyak dapat menyebabkan banjir pasokan yang berlebihan pada tahun depan.
Permintaan Turun, Pasokan Merosot
Dalam laporan terbarunya, IEA memangkas prospek permintaan minyak tahun 2026 menjadi 1,1 juta barel per hari, menunjukkan penurunan signifikan dari perkiraan sebelumnya. Pasokan minyak dunia juga turun menjadi 94,5 juta barel per hari di bulan Mei, dengan penurunan produksi hingga 13,6 juta barel per hari.
Surplus Minyak Mengkhawatirkan
Proyeksi IEA menyebutkan bahwa pasokan global diprediksi akan meningkat sangat signifikan pada tahun depan, mencapai 110,3 juta barel per hari. Sementara permintaan hanya diperkirakan akan pulih sebanyak 2 juta barel per hari ke level 105,3 juta barel per hari.
Harga minyak mentah dunia langsung terpengaruh oleh berbagai peristiwa terkait, seperti nota kesepahaman damai antara AS dan Iran serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Harga minyak pun anjlok sebelum prosesi penandatanganan kesepakatan di Jenewa.
Recovery Pasokan Membutuhkan Waktu
IEA memperingatkan bahwa meskipun ada tanda-tanda pemulihan dalam pasokan minyak, prosesnya tidak akan terjadi secara instan. Pembersihan ranjau laut dan pemulihan rantai pasok global diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan.
Analis dari PVM Oil Associates juga mengingatkan bahwa harga minyak saat ini, meskipun telah mengalami penurunan, masih berada dalam tekanan yang signifikan. Kepastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz akan berpengaruh besar terhadap keseimbangan pasokan minyak dunia ke depan.


