More

    Peningkatan Pendapatan Pedagang: Strategi Sukses dalam Industri yang Kompetitif

    Penjualan Ritel Melorot, Ekspor dan Industri Melonjak

    Jakarta, CNBC Indonesia – Penjualan ritel di China kian merosot, imbas dari kian melemahnya permintaan domestik. Namun, negeri tirai bambu itu justru kini tengah menikmati pertumbuhan ekspor yang menguntungkan, yang membuat sektor industri justru berkembang pesat dan memperoleh keuntungan.

    Hal ini menciptakan pola pertumbuhan dua kecepatan atau two-speed growth di China. Sektor industri diperkuat oleh kinerja ekspor yang kuat, namun permintaan dalam negeri terus menurun karena kelesuan di sektor properti yang berlangsung lama.

    Penjualan Ritel Turun, Industri Menggeliat

    Berdasarkan laporan Reuters, penjualan ritel di China turun 0,6% pada bulan Mei, mencatat penurunan pertama dalam lebih dari tiga tahun. Sebaliknya, output industri melonjak hingga 4,5% dari tahun sebelumnya. Ini menjadi pertanda peningkatan ketimpangan ekonomi di China, di mana sektor industri tumbuh kuat sementara penjualan ritel menurun.

    Kondisi ini tercermin dari penjualan mobil domestik yang terus merosot selama delapan bulan berturut-turut. Merosotnya penjualan ini menunjukkan lemahnya permintaan di pasar mobil terbesar di dunia, yang diperkirakan akan berlanjut hingga akhir tahun.

    Selain itu, pengeluaran wisatawan selama libur Hari Buruh juga gagal mendorong pertumbuhan, dan program tukar-tambah barang konsumen dari pemerintah juga mulai memudar. Faktor basis perbandingan yang tinggi pada Mei tahun lalu juga turut berkontribusi pada penurunan ini.

    Industri Melonjak Meski Konsumsi Menurun

    Meskipun penjualan ritel merosot, sektor industri di China justru tumbuh pesat. Output industri meningkat 4,5% pada Mei dari tahun sebelumnya, melampaui perkiraan sebesar 4,3%. Permintaan global terhadap investasi AI dan teknologi juga membantu China mengimbangi dampak ekspor yang berisiko akibat perang di Iran.

    China juga mencatat pertumbuhan 15,1% dalam sektor manufaktur teknologi tinggi pada bulan Mei. Lonjakan investasi dalam sektor ini memberikan dorongan kuat bagi ekonomi China, walaupun konsumsi dalam negeri terus menurun.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles