UEA Gelar Serangan Rahasia ke Iran, Potensi Perang Baru Meningkat
Jakarta, CNBC Indonesia – Ketegangan antara negara-negara Teluk dan Iran semakin meningkat setelah terkuak bahwa Uni Emirat Arab (UEA) melakukan serangan besar-besaran secara rahasia terhadap Teheran. Aksi ini dipicu oleh klaim Kuwait yang berhasil menggagalkan upaya teroris yang melibatkan empat anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Pulau Bubiyan.
Berdasarkan The Guardian, serangan rahasia UEA tersebut diduga sebagai pembalasan atas serangan Iran terdahulu terhadap fasilitas milik UEA. Dilansir dari Wall Street Journal, satu dari serangan UEA dilaporkan menyasar Pulau Lavan milik Iran sebelum gencatan senjata pada 7 April.
Donald Trump Memprediksi Gencatan Senjata dengan Iran Nyaris Berakhir
Spekulasi mengenai potensi perang semakin kuat setelah UEA mengeluarkan serangan rahasia ini dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa gencatan senjata saat ini berada di ujung tanduk. Trump juga menyoroti kegagalan Iran dalam menepati konsesi terkait program nuklirnya.
Pentagon melaporkan bahwa biaya perang dengan Iran telah melonjak hingga hampir US$29 miliar (Rp507,5 triliun), naik sekitar US$4 miliar (Rp70 triliun) dari proyeksi sebelumnya. Laporan intelijen juga mengungkap penggunaan teknologi jet tempur Mirage Prancis dan drone Wing Loong China oleh UEA dalam serangan terhadap Iran.
Blok Baru Terbentuk di Wilayah Teluk
Dampak dari serangan Iran terhadap UEA membuat fasilitas gas terbesar UEA, Adnoc Gas, lumpuh dan diprediksi akan pulih pada tahun 2027. Situasi ini memaksa berbagai negara di wilayah Teluk, seperti Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Qatar, untuk membentuk blok baru guna menghindari konflik langsung dengan Iran serta mengecam ekspansi Israel.


