More

    Perkuat Kerjasama Nuklir: Dirjen Rosatom Bertemu BRIN, RI, dan Rusia



    Potensi Kerja Sama Nuklir Indonesia-Rusia Makin Intens

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kerja sama pengembangan teknologi nuklir antara Indonesia dan Rusia terus digenjot. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, melakukan pertemuan dengan Direktur Jenderal Rosatom Rusia, Alexey Likhachev, untuk mengeksplorasi peluang kerja sama di sektor nuklir baik untuk kebutuhan energi maupun non-energi.

    Berdasarkan laporan Detikcom, BRIN diberi mandat untuk menjajaki kerja sama pengembangan teknologi nuklir. Kerjasama ini telah dimulai sejak tahun 2006 dan saat ini tengah dikebut.

    Focus Kerja Sama

    Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa fokus kerja sama akan difokuskan pada penguatan Kelompok Kerja Gabungan untuk implementasi energi nuklir berskala besar. Ada beberapa aspek yang akan dicakup dalam penjajakan ini, antara lain pengembangan roadmap, studi tapak, pemilihan teknologi reaktor, hingga masalah siklus bahan bakar nuklir.

    Selain itu, kerja sama ini juga melibatkan revitalisasi fasilitas riset, modernisasi fasilitas reaktor riset GA Siwabessy di Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie Serpong, pengelolaan limbah radioaktif, fabrikasi elemen bakar reaktor, hingga pengembangan teknologi High Temperature Gas-Cooled Reactor (HTGR) untuk produksi hidrogen, desalinasi air, dan keperluan industri lainnya.

    Komitmen dan Progres Kerja Sama

    Arif menegaskan bahwa keberhasilan penerimaan energi nuklir di Indonesia tidak hanya tergantung pada infrastruktur teknis semata. Faktor sosial dan penerimaan masyarakat juga sangat penting untuk dipertimbangkan agar implementasi teknologi nuklir dapat berjalan dengan baik.

    Kemitraan teknis antara Indonesia dan Rusia memiliki rekam jejak historis yang solid, dengan implementasi kolaborasi yang telah sukses pada tingkat teknis. Sebagai komitmen nyata, BRIN akan terus memperkuat kerja sama teknis ini untuk mendukung pengembangan teknologi nuklir di Indonesia.

    Sumber: CNBC Indonesia


    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles