Anemia sering kali dianggap sepele, tetapi sebenarnya bisa memiliki dampak serius terutama pada anak muda. Salah satu dampak yang muncul adalah kaitan antara anemia defisiensi besi dengan risiko kecemasan. Di Indonesia, anemia sudah menjadi masalah kesehatan yang lama dan prevalensinya masih tinggi. Menurut Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, anemia defisiensi besi tidak hanya memengaruhi kondisi fisik tetapi juga kesehatan mental dan fungsi otak. Kekurangan zat besi dalam tubuh dapat mempengaruhi pasokan oksigen ke otak, yang kemudian dapat memengaruhi fungsi kognitif termasuk emosi dan kemampuan mengelola stres. Anak muda yang mengalami anemia cenderung lebih rentan terhadap kecemasan, gelisah, dan sulit mengendalikan emosi. Kondisi ini bisa berdampak pada performa akademik dan kualitas hidup secara keseluruhan. Ini menunjukkan pentingnya mengatasi anemia defisiensi besi tidak hanya dari segi fisik tetapi juga mental untuk kesejahteraan anak muda.


