Pagi ini pasar aset digital kembali menunjukkan wajah yang tak sepenuhnya ramah bagi investor. Pada Jumat (9/1/2026) pukul 7:00 WIB, harga Bitcoin dan sejumlah kripto utama kompak bergerak melemah, meski dalam skala mingguan masih menyisakan penguatan. Berdasarkan data Coinmarketcap, mayoritas kripto teratas berada di zona merah, menandakan tekanan jual masih membayangi pasar.
Bitcoin Masih Bertahan di Atas Rp 1,5 Miliar
Bitcoin (BTC), aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, turun 0,42 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, jika ditarik ke periode sepekan, BTC masih mencatat kenaikan 2,64 persen. Saat ini, harga Bitcoin berada di level USD 91.004 per koin atau sekitar Rp 1,53 miliar. Pergerakan ini menunjukkan bahwa meski koreksi harian terjadi, posisi Bitcoin belum sepenuhnya kehilangan tenaga dalam tren mingguan.
Ethereum dan BNB Ikut Terkoreksi
Tekanan serupa juga terlihat pada Ethereum (ETH). Kripto terbesar kedua ini melemah 1,56 persen dalam sehari, tetapi tetap menguat 4,50 persen selama sepekan terakhir. Harga ETH kini berada di kisaran Rp 52,2 juta per koin. Adapun Binance Coin (BNB) ikut terkoreksi 0,45 persen dalam 24 jam terakhir, meski masih naik 4,33 persen dalam sepekan. Harga BNB saat ini tercatat sekitar Rp 15 juta per koin.
Pasar Kripto Masih Berayun
Pergerakan serempak di zona merah ini menegaskan bahwa pasar kripto masih sangat sensitif terhadap sentimen jangka pendek. Di satu sisi, koreksi harian bisa menekan psikologis pelaku pasar; di sisi lain, penguatan mingguan pada beberapa aset utama menunjukkan minat beli belum benar-benar hilang. Perlu diingat, setiap keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Sebaiknya pelajari dan analisis sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang mungkin timbul akibat keputusan investasi.


