More

    India Mewajibkan Aplikasi Keamanan Siber pada Setiap Ponsel

    Pemerintah India baru-baru ini menerbitkan kebijakan yang mengharuskan setiap ponsel pintar baru dilengkapi dengan aplikasi keamanan siber lokal, menciptakan kekhawatiran privasi di kalangan pengguna. Perintah ini memberi waktu 90 hari bagi para produsen ponsel untuk mematuhi ketentuan tersebut. Aplikasi Sanchar Saathi, yang dirancang untuk membantu masyarakat memeriksa keabsahan perangkat dan melaporkan penyalahgunaan layanan telekomunikasi, harus terinstal pada setiap ponsel baru. India, sebagai pasar ponsel terbesar di dunia dengan lebih dari 1,2 miliar pengguna aktif, memiliki alasan kuat untuk menerapkan aturan ini.

    Aplikasi Sanchar Saathi, yang diperkenalkan sejak Januari 2025, menyediakan fitur-fitur yang memungkinkan pengguna untuk melacak nomor IMEI, melaporkan perangkat hilang atau dicuri, dan mengidentifikasi komunikasi mencurigakan sebagai penipuan. Nomor IMEI adalah kode unik 15 digit yang digunakan untuk mengidentifikasi perangkat di jaringan seluler dan merupakan nomor seri dari ponsel tersebut. Departemen Telekomunikasi India mengungkapkan keprihatinan atas keberadaan perangkat dengan nomor IMEI ganda atau dipalsukan yang dapat mengancam keamanan telekomunikasi negara.

    Dalam upaya untuk mengurangi peredaran ponsel curian atau palsu di pasaran, pemerintah mewajibkan produsen untuk menyertakan aplikasi Sanchar Saathi pada setiap ponsel baru dan mengaktifkannya secara otomatis. Produsen juga diminta untuk menyertakan aplikasi tersebut pada perangkat yang telah diproduksi tetapi belum terjual melalui pembaruan perangkat lunak. Semua perusahaan harus melaporkan tingkat kepatuhan terhadap aturan ini dalam waktu 120 hari.

    Sebagai upaya untuk memperkuat keamanan telekomunikasi, pemerintah India memastikan bahwa aplikasi Sanchar Saathi telah memberikan kontribusi positif dalam pelacakan perangkat hilang. Data resmi menunjukkan bahwa aplikasi ini telah membantu menemukan lebih dari 700.000 ponsel hilang, termasuk 50.000 perangkat pada bulan Oktober 2025. Aturan baru ini diharapkan dapat menegaskan posisi India sebagai pelopor dalam meningkatkan keamanan telekomunikasi melalui langkah-langkah yang progresif dan efektif.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles