Kecerdasan buatan (AI) telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari dan dunia bisnis modern, bukan lagi sekadar konsep futuristik. Namun, tingkat literasi digital yang rendah masih menjadi perhatian di Indonesia. Hal ini menjadi sorotan pada acara Lintas Teknologi Solutions Day 8th Edition yang diselenggarakan oleh PT. Lintas Teknologi Indonesia (LTI). Acara tersebut mengusung tema ‘Living with AI: Opportunity, Risk, or Reality?’ dan melibatkan regulator, pemimpin industri, penyedia layanan telekomunikasi, dan mitra teknologi untuk mendiskusikan perkembangan AI di Indonesia.
Dalam acara tersebut, Presiden Direktur PT. Lintas Teknologi Indonesia, Muhamad Paisol, menyampaikan tentang perubahan besar dalam perilaku dan budaya digital global yang dipicu oleh AI. Paisol menyebutkan bahwa sebagian besar perusahaan di seluruh dunia kini telah mengadopsi AI, namun tingkat adopsi AI di Indonesia baru sebagian kecil yang termasuk dalam kategori pemanfaatan tingkat lanjut. Selain itu, terlihat adanya kesenjangan yang mencolok di tingkat masyarakat, dengan lebih dari 70% masyarakat Indonesia yang belum menyadari penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Paisol menekankan pentingnya peningkatan literasi dan edukasi publik untuk memastikan bahwa transformasi AI dapat berjalan inklusif. Hal ini merupakan tantangan utama dalam memajukan pemahaman dan pemanfaatan AI di Indonesia. Menariknya, acara ini menyoroti pentingnya kesadaran akan perkembangan teknologi AI sehingga masyarakat dapat bersiap dan memperoleh manfaat dari keberadaannya.


