More

    Gus Yasin Bongkar Sosok di Balik Islah PPP: Bukan dari Istana

    Gus Yasin Bongkar Sosok di Balik Islah PPP: Bukan dari Istana

    Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, membuka sedikit tabir di balik proses islah yang dilakukan usai Muktamar ke-10. Ia menegaskan, sosok yang ikut mendorong rekonsiliasi itu bukan berasal dari Istana, melainkan dari internal partai sendiri, yakni pihak yang pernah maju sebagai calon anggota legislatif.

    Islah untuk merapatkan barisan

    Menurut Gus Yasin, islah menjadi langkah penting agar dua kubu yang sempat berseberangan di tubuh PPP bisa kembali duduk dalam satu barisan. Ia menilai, konflik internal yang dibiarkan berlarut hanya akan mengganggu langkah partai dalam menghadapi agenda politik ke depan, termasuk upaya menembus Senayan.

    “Saat ini, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, mengungkapkan sosok yang terlibat dalam proses islah PPP setelah Muktamar ke-10,” demikian keterangan yang disampaikan dalam konteks pembahasan rekonsiliasi tersebut. Gus Yasin menekankan bahwa proses ini lahir dari kebutuhan internal, bukan dorongan eksternal.

    Pengalaman lama jadi pelajaran

    Gus Yasin juga menyebut dirinya sudah mendampingi Mbah Maimoen sejak 2014. Dari pengalaman itu, ia melihat bahwa dualisme di internal partai bukan hal baru dan harus dicegah agar tidak kembali terulang. Karena itu, islah dianggap sebagai jalan untuk menjaga soliditas sekaligus menyamakan kembali arah perjuangan partai.

    Ia mengaku lega dengan tercapainya kesepakatan tersebut. Bagi Gus Yasin, yang paling penting kini adalah menyatukan visi dan misi seluruh pengurus PPP agar energi partai tidak habis untuk konflik berkepanjangan.

    Komunikasi internal jadi kunci

    Gus Yasin menegaskan, komunikasi dengan para pimpinan partai di internal PPP harus terus dijaga. Menurut dia, kekuatan partai tidak akan lahir dari manuver sesaat, melainkan dari kedisiplinan membangun kembali kepercayaan antarstruktur, mulai dari DPP, DPW, hingga DPC. Ia menilai semangat bersama itulah yang akan menentukan apakah PPP mampu kembali merebut kursi di Senayan.

    Dalam pandangannya, islah bukan sekadar kompromi politik, melainkan langkah strategis untuk memastikan PPP tampil lebih solid setelah Muktamar ke-10. Dengan barisan yang kembali utuh, partai berlambang Ka’bah itu kini menatap tantangan berikutnya dengan beban internal yang lebih ringan.

    Berita Terbaru

    Related articles