More

    Roy Suryo Cs Kunjungi Makam Ibunda Jokowi: PSI Percaya Mereka Doakan Almarhumah

    Sorotan publik mengarah ke rombongan Roy Suryo dan rekan-rekannya setelah video kunjungan mereka ke makam keluarga Jokowi di Solo beredar luas di sejumlah kanal YouTube. Bukan sekadar soal kedatangan ke area pemakaman, rekaman itu memicu perdebatan karena dianggap memperlihatkan sikap dan ucapan yang dinilai tak pantas di tempat yang semestinya dijaga dengan penuh hormat.

    Video di Makam Keluarga Jokowi Tuai Reaksi Keras

    Di tengah ramainya respons warganet, perhatian terbesar tertuju pada makam almarhumah Sujiati, ibunda Presiden RI Joko Widodo. Banyak pihak menilai tindakan tersebut melampaui batas kepatutan, terlebih karena lokasi yang didatangi merupakan tempat peristirahatan terakhir seseorang yang telah wafat dan seharusnya diperlakukan dengan adab.

    Kontroversi ini pun berkembang menjadi perbincangan yang lebih luas tentang etika publik. Sebagian masyarakat menilai, apa pun alasan kedatangannya, makam bukanlah ruang untuk menunjukkan sikap yang bisa dianggap merendahkan nilai kesopanan, adat, maupun rasa hormat terhadap keluarga yang ditinggalkan.

    PSI Nilai Tindakan Itu Tidak Beretika

    Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Gunungkidul, Danang Ardiyanta, menjadi salah satu yang paling tegas menyuarakan kritik. Ia menyebut tindakan tersebut tidak beretika dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan, adat Jawa, serta norma agama yang selama ini dijunjung dalam tradisi masyarakat.

    Danang juga menyoroti penggunaan sosok yang sudah meninggal dunia untuk kepentingan politik. Menurut dia, almarhumah Sujiati tidak pernah terlibat dalam urusan politik, sehingga membawa namanya ke dalam narasi politik dinilai tidak bermoral. Ia menegaskan, langkah semacam itu bukan hanya melukai perasaan keluarga besar Presiden Jokowi, tetapi juga berpotensi merusak penghormatan masyarakat terhadap orang yang telah berpulang.

    Isu Etika Publik Kembali Disorot

    Peristiwa ini kembali membuka pembahasan tentang batas-batas etika dalam ruang publik, terutama ketika menyangkut tokoh nasional dan keluarganya. Di tengah derasnya komentar di media sosial dan platform video, publik tampak menuntut satu hal yang sama: penghormatan terhadap tempat pemakaman dan terhadap almarhum yang dimakamkan di sana.

    Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

    Berita Terbaru

    Related articles