Di balik kisah Rapunzel yang dikenal luas sebagai dongeng berakhir bahagia, terdapat cerita lama dengan alur yang jauh lebih kelam. Versi Disney menampilkan seorang putri berambut emas yang dikurung di menara oleh Mother Gothel, lalu menemukan kebebasan setelah bertemu seorang pria. Namun, kisah yang dihimpun Grimm bersaudara memuat penculikan, kehamilan, pengasingan, hingga kebutaan.
Versi Disney yang Berakhir Bahagia
Dalam animasi Disney, Rapunzel diculik sejak bayi karena rambut emasnya dipercaya memiliki khasiat awet muda. Ia kemudian dibawa Mother Gothel ke sebuah kastil tinggi di tengah hutan. Bangunan itu tidak memiliki pintu dan hanya mempunyai satu jendela sebagai akses keluar-masuk.
Mother Gothel menggunakan rambut panjang Rapunzel untuk naik ke kastil. Sementara itu, Rapunzel tidak pernah meninggalkan tempat tersebut. Kehidupannya berubah ketika seorang pria secara tidak sengaja masuk ke dalam kastil. Setelah sempat berdebat, keduanya sepakat untuk keluar bersama.
Keinginan utama Rapunzel adalah melihat lampion yang diterbangkan pada hari tertentu. Belakangan, ia mengetahui bahwa lampion tersebut diterbangkan oleh pihak istana untuk memperingati hari kelahirannya. Perjalanan itu akhirnya membawanya bertemu kembali dengan kedua orang tuanya.
Kisah Disney tersebut berakhir bahagia dan kemudian diadaptasi menjadi film animasi yang tayang pada 2010.
Versi Lama dengan Akhir yang Kelam
Grimm bersaudara, Jacob dan Wilhelm Grimm, merilis kisah Rapunzel pada 1812 dalam kumpulan cerita rakyat Jerman Kinder- und Hausmärchen. Sumber lain menyebut cerita ini telah lebih dulu dikenal sebagai cerita tutur yang dikarang Charlotte-Rose Caumont de la Force pada 1698. Alur versi Charlotte dan Grimm disebut tidak jauh berbeda.
Cerita itu bermula dari sepasang petani sayur. Saat hamil, sang istri mengidamkan tanaman rampion yang hanya tumbuh di kebun penyihir bernama Dame Gothel. Suaminya kemudian mencuri tanaman tersebut, tetapi tertangkap. Dame Gothel membuat kesepakatan: pasangan itu boleh mengambil rampion, dengan syarat bayi yang lahir kelak menjadi miliknya.
Karena takut, sang suami menyetujui persyaratan tersebut. Setelah bayi lahir, Dame Gothel mengambilnya dan menamainya Rapunzel. Bayi itu dibawa ke sebuah menara di tengah hutan, yang tidak memiliki pintu. Seperti dalam versi Disney, Dame Gothel keluar-masuk menara melalui rambut Rapunzel.
Ketika dewasa, Rapunzel menarik perhatian seorang pria karena suara nyanyiannya. Pria itu berhasil masuk ke menara dan keduanya saling jatuh cinta. Mereka bertemu diam-diam hingga Rapunzel hamil. Tidak memahami perubahan tubuhnya, Rapunzel bertanya kepada Dame Gothel mengapa perutnya membesar.
Dame Gothel yang mengetahui kehamilan itu murka. Ia memotong rambut Rapunzel dan mengusirnya ke hutan. Rapunzel kemudian bertahan hidup dengan memakan buah liar hingga melahirkan anak kembar. Sementara itu, pria yang dicintainya dijebak di menara. Dalam pertengkaran, Dame Gothel mendorongnya hingga jatuh. Matanya terkena duri dan ia menjadi buta.
Setelah bertahun-tahun mengembara, pria itu menemukan Rapunzel di sebuah gurun. Air mata Rapunzel yang jatuh ke matanya membuat penglihatannya kembali secara ajaib. Keduanya kemudian hidup bersama anak kembar mereka.
Versi live action Rapunzel dijadwalkan tayang pada 2028. Film tersebut dibintangi Taegan Croft, Milo Manheim, dan Kathryn Hahn, serta disutradarai Michael Gracey.


