More

    Bima Arya Ungkap Bekal Gen Z Jadi Pemimpin Masa Depan

    Generasi Z perlu membekali diri dengan kompetensi keilmuan sekaligus karakter, adab, dan keimanan untuk menghadapi perubahan yang dipicu perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menilai keseimbangan tersebut penting karena generasi muda akan memegang peran kepemimpinan pada masa mendatang.

    Pesan itu disampaikan Bima saat memberikan pidato pembukaan Musyawarah Kerja Nasional I Pimpinan Pusat Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) di Aula Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (12/9/2026). Menurut dia, kecerdasan intelektual dan penguasaan sains tidak dapat dipisahkan dari nilai moral yang menjadi pedoman dalam menggunakan pengetahuan.

    “Yang perlu dititipkan kepada Gen-Z hari ini, kepada calon pemimpin masa depan adalah dua hal: pertama adalah kompetensi atau sains atau ilmu, dan kedua adalah karakter dan wisdom. Tentu kita semua sepakat bahwa karakter atau wisdom di atas semua, adab di atas ilmu,” ujar Bima.

    Keseimbangan ilmu dan fondasi moral

    Bima mengingatkan bahwa kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi belum cukup apabila tidak disertai fondasi moral. Tanpa landasan tersebut, seseorang dinilai dapat kehilangan arah dalam memanfaatkan kecakapan yang dimilikinya.

    Karena itu, ia meminta generasi muda membangun kemampuan secara menyeluruh. Kompetensi keilmuan perlu berjalan bersama pembentukan karakter dan kedalaman spiritual, terutama karena anak muda merupakan bagian besar dari kelompok usia produktif di Indonesia.

    Besarnya peran generasi muda tergambar dalam data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025. Berdasarkan data tersebut, gabungan generasi Z dan milenial mencakup hampir 50 persen dari keseluruhan populasi Indonesia. Komposisi itu menempatkan kedua generasi tersebut dalam posisi penting bagi perjalanan Indonesia ke depan.

    Dalam proses pembentukan karakter, Bima turut menekankan pengaruh lingkungan pergaulan. Menurut dia, lingkaran pertemanan dapat membentuk kepribadian sekaligus menentukan arah kepemimpinan seseorang. Para kader muda karena itu diminta menjaga lingkungan terdekat mereka serta memastikan orang-orang di sekitarnya mempunyai nilai dan kredibilitas yang baik.

    Kontribusi Pemuda PERSIS dan tantangan Indonesia

    Kepada Pemuda PERSIS, Bima mendorong agar nilai-nilai dakwah tidak berhenti pada tataran gagasan. Nilai tersebut perlu diterjemahkan menjadi kontribusi yang dapat dirasakan masyarakat, termasuk melalui upaya memperkuat kualitas pemerintahan dan pelayanan publik.

    Penguatan kapasitas generasi muda juga dikaitkan Bima dengan tantangan Indonesia untuk bertransformasi menjadi negara berpendapatan tinggi. Ia memaparkan data Bank Dunia yang menunjukkan bahwa sejak dekade 1990-an, hanya 34 dari 142 negara berpendapatan menengah yang berhasil naik menjadi negara berpendapatan tinggi.

    Di tengah tantangan itu, calon pemimpin masa depan dituntut tidak hanya memiliki penguasaan sains dan teknologi. Bima menempatkan karakter dan kebijaksanaan sebagai landasan utama agar kompetensi tersebut digunakan secara tepat, sementara kualitas pergaulan, kedalaman spiritual, dan kontribusi nyata kepada masyarakat menjadi bagian dari proses menyiapkan kepemimpinan generasi muda.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles