Pemerintah Siapkan Bantuan Pangan Beras Tahap II untuk 33,24 Juta Keluarga
Pada 13 Juli 2026, Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, mengumumkan bahwa stok beras yang dikelola BULOG mencapai sekitar 5,4 juta ton. Angka tersebut mengalami perubahan seiring proses pengadaan, pengolahan, dan penyaluran program pemerintah.
Manfaat Besar dari Ketersediaan Stok Beras
Keberadaan stok yang cukup besar memberikan kesempatan bagi pemerintah untuk melaksanakan bantuan pangan dan menjaga stabilitas pasokan serta harga beras. Sementara itu, BULOG terus membeli gabah dan beras dari petani lokal untuk menopang cadangan pemerintah.
Penyaluran sekitar satu juta ton beras langsung kepada keluarga penerima diharapkan dapat membantu menekan kenaikan harga beras di pasar konsumen. Dengan sebagian kebutuhan pangan rumah tangga terpenuhi melalui bantuan, tekanan permintaan di pasar pun dapat berkurang.
Bantuan Pangan Beras Tahap II merupakan kelanjutan dari tahap sebelumnya, dengan total penyaluran beras pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 1,66 juta ton apabila target tahap kedua tercapai.
Kualitas Beras Terjaga
Pemerintah menegaskan pentingnya menjaga kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat. BULOG melakukan pemeriksaan mutu dan kesiapan stok sebelum distribusi untuk memastikan bantuan yang diterima memenuhi standar kualitas dan aman untuk dikonsumsi.
Dengan pendekatan ini, pemerintah memastikan bahwa bantuan pangan yang diberikan tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan sosial, tetapi juga sebagai instrumen untuk menjaga stabilitas harga pangan nasional.
Melalui penyaluran 30 kilogram beras untuk setiap keluarga penerima, pemerintah berusaha memanfaatkan hasil produksi petani lokal sebagai sumber pangan bagi masyarakat yang membutuhkan dan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.


