SD Negeri 1 Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, merupakan sekolah yang hanya menerima dua siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Kondisi tersebut memunculkan rencana dari Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk mengubah fungsi SDN 1 Gedung Meneng menjadi SMP.
Kondisi Ruang Belajar
Penurunan jumlah siswa baru di sekolah ini menjadi cerminan dari minimnya minat masyarakat dalam menyekolahkan anak di SDN 1 Gedung Meneng. Kendati demikian, Pemerintah Kota Bandar Lampung memutuskan untuk tetap mempertahankan keberadaan sekolah ini karena memiliki nilai historis yang penting bagi warga sekitar.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan, menyatakan bahwa tren penurunan jumlah peserta didik ini sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyiapkan alternatif pemanfaatan aset pendidikan tersebut.
Penolakan Penutupan Sekolah
Ramdhan juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pemerintah pernah mempertimbangkan penutupan SDN 1 Gedung Meneng karena menurunnya jumlah siswa. Namun, rencana tersebut tidak terlaksana setelah mendapat penolakan dari masyarakat sekitar. Warga menilai bahwa sekolah ini bukan hanya tempat belajar, melainkan bagian penting dari sejarah lingkungan setempat.
“Tempo hari kita usulkan untuk ditutup sekolah itu. Tapi ternyata masyarakat di sekitar tidak menghendaki ditutup karena menurut mereka sekolah itu sejarahnya cukup panjang. Sampai detik ini kita pertahankan,” jelas Ramdhan.
Menurut Ramdhan, penurunan jumlah siswa baru di SDN 1 Gedung Meneng dipengaruhi oleh banyaknya pilihan sekolah negeri maupun swasta di sekitar kawasan tersebut. Selain itu, jumlah anak usia sekolah dasar di wilayah itu juga terus mengalami penurunan.


