More

    Hakim Dibunuh karena Vonis Geng Sapi: Analisis Kasus

    Pelecehan Digital Terhadap Hakim India yang Memvonis Kasus Pengeroyokan

    Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang hakim wanita beragama Islam di India, Tabassum Khan, saat ini menjadi target pelecehan digital massal dan ancaman serius dari kelompok sayap kanan Hindu di India. Tindakan pelecehan dan ancaman ini terjadi sebagai respons atas putusan hakim tersebut yang menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup terhadap 14 pria dalam kasus pengeroyokan brutal terhadap seorang pria Muslim.

    Kasus Pengeroyokan yang Menyebabkan Gelombang Teror

    Berdasarkan laporan BBC International, Tabassum Khan, hakim ketua pengadilan tambahan di Madhya Pradesh, menyatakan bahwa 14 pria tersebut bersalah atas serangkaian tindak pidana berat, termasuk pembunuhan dan kerusuhan. Kasus ini bermula dari kejadian tragis di tahun 2022, di mana seorang pria bernama Nazir Ahmad (50 tahun) diserang secara brutal oleh kelompok radikal yang menyebut diri mereka “Gau Rakshaks” karena diduga melakukan penyelundupan sapi.

    Para pelaku pengeroyokan tersebut menyeret, memukul dengan tongkat dan besi, hingga menyebabkan kematian Nazir Ahmad. Dua rekannya selamat dan memberikan kesaksian kunci di pengadilan, yang mengakibatkan hakim Tabassum Khan menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup terhadap 14 tersangka. Namun, identitas Muslim hakim tersebut mengundang kontroversi, di mana beberapa pihak mempertanyakan legalitas putusan hakim berdasarkan latar belakang agamanya.

    Ancaman dan Tindakan Teror

    Ancaman terhadap Tabassum Khan semakin meresahkan setelah penyebaran video provokatif oleh kelompok sayap kanan dan ancaman akan terjadi “pertumpahan darah” jika para terpidana tidak dibebaskan dalam waktu 10 hari. Gelombang protes dan anarki pun merebak di berbagai negara bagian di India, termasuk aksi pembakaran patung hakim tersebut oleh organisasi Gau Raksha Parishad dan demonstrasi oleh kelompok Rashtriya Bajrang Dal.

    Pihak hukum dan kepolisian setempat telah menindaklanjuti kasus ini dengan cara mendalami penyebaran konten provokatif online dan memberikan perlindungan fisik maksimal bagi hakim Tabassum Khan. Pengadilan Tinggi Madhya Pradesh juga memerintahkan penyelidikan lebih lanjut terkait kampanye hitam yang berbasis agama ini.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles