Jepang Bangun Proyek KRL Surabaya-Sidoarjo, Ini Detailnya
Proyek KRL Surabaya Regional Railway Line (SRRL)
Proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL) yang bekerja sama dengan perusahaan konsultan asal Jepang, Chodai, memasuki tahap Detail Engineering Design (DED). Dalam rapat koordinasi antara Chodai, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) melalui Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Surabaya, dan PT KAI Daop 8 Surabaya, proyek ini dipastikan akan berjalan sesuai rencana.
Langkah Penting dalam Pengembangan SRRL
Pembahasan dalam rapat koordinasi mencakup hasil penyusunan DED, termasuk perencanaan infrastruktur, rencana pengembangan, peningkatan keselamatan, dan rekomendasi teknis pembangunan. Kepala BTP Kelas I Surabaya DJKA, Denny Michels Adlan, menekankan pentingnya langkah ini mengingat kompleksitas pembangunan SRRL yang memerlukan pemetaan tantangan yang ditemui.
Proyek SRRL melibatkan beberapa aspek, seperti pembangunan depo di Sidotopo, rekayasa lalu lintas, dan peningkatan keselamatan. Untuk itu, sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, sangat dibutuhkan. Peran pemerintah dalam menangani dampak sosial juga menjadi fokus pembahasan selanjutnya.
Dampak Pembangunan SRRL dan Kolaborasi dengan Pihak Terkait
Chodai juga telah mengidentifikasi beberapa penyesuaian yang diperlukan pada jembatan, jalur KA, dan stasiun-stasiun. Hal ini penting untuk dipertimbangkan guna tidak mengganggu perjalanan KA. Kajian yang komprehensif juga dilakukan, salah satunya di Jalan Jagir Wonokromo, untuk menganalisis potensi kemacetan akibat headway kereta.
Proyek SRRL juga diintegrasikan dengan proyek lain yang mendukung, seperti Flyover Taman Pelangi dan Flyover Gedangan. EVP PT KAI Daop 8 Surabaya, Daniel Johannes Hutabarat, menyatakan dukungan penuh terhadap proyek SRRL demi kemajuan transportasi di Kota Surabaya. Proyek SRRL sendiri merupakan bagian dari upaya Kementerian Perhubungan dan KfW untuk mengembangkan transportasi massal berbasis rel di Surabaya dan sekitarnya.


