More

    Pasokan Senjata NATO Macet Total: Eropa Takut Rudal Habis

    AS Kehabisan Stok Rudal, Eropa Kini Dilanda Kecemasan Berat

    Jakarta, CNBC Indonesia – Negara-negara di Eropa mengalami kecemasan luar biasa akibat kekurangan pasokan senjata dari Amerika Serikat (AS). Basis industri pertahanan AS dilaporkan menghadapi masalah pasokan senjata yang telah dijanjikan kepada sekutu NATO. Hal ini disebabkan oleh terkurasnya stok persenjataan Pentagon untuk mendanai konflik di Ukraina dan perang dengan Iran.

    Mengutip laporan The Guardian, Washington telah menunda atau membatalkan pengiriman sejumlah paket persenjataan utama ke Eropa sepanjang tahun ini. Beberapa senjata yang terkena dampaknya termasuk rudal Tomahawk, artileri roket Himars, dan rudal Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3).

    Kesulitan Pasokan Senjata

    AS telah menggunakan sekitar setengah dari total 2.330 stok rudal Patriot mereka hingga bulan April untuk menghadapi potensi konflik dengan Iran. Padahal, rudal-rudal ini penting untuk menangkal ancaman serangan udara Rusia jika konflik bersenjata membesar di Eropa.

    Kondisi memburuk setelah serangan rudal Rusia menewaskan 21 orang dan melukai puluhan warga di Ukraina baru-baru ini. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyatakan bahwa pasokan rudal pencegat yang tidak mencukupi menjadi alasan kegagalan militernya dalam menghalau rudal balistik Moskow yang ditembakkan bersamaan dengan serangkaian drone.

    Penilaian Diplomat dan Ahli Keamanan

    Di tengah kelangkaan ini, Eropa menyadari bahwa mereka bukan lagi prioritas utama bagi AS, terutama setelah Amerika menuntut NATO untuk meningkatkan anggaran pertahanan hingga 5% guna membeli lebih banyak senjata. Diplomat Eropa menyebut ada lima hingga enam masalah yang memperparah situasi ini, termasuk pindahnya sumber daya militer AS ke Asia.

    Mantan penasihat keamanan nasional AS, Phil Gordon, menambahkan bahwa kelangkaan ini terjadi bukan karena AS memilih kasih, melainkan karena keterbatasan fisik dalam stok senjata. Hal ini memaksa orang Eropa untuk menjadi lebih mandiri dan bergantung satu sama lain dalam situasi ini.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles