Kisah Haru Mama Tima: Berjuang Hidup di Gubuk Sederhana
Hidup Mama Tima tidak pernah mudah sejak kepergian sang suami belasan tahun lalu. Tinggal bersama cucunya, keempat anaknya merantau demi mencari nafkah. Dengan keterbatasan lapangan pekerjaan, Mama Tima bergantung pada kebaikan tetangga dan sanak saudara untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Keberanian Mama Tima
Di usia senja, Mama Tima terus berjuang di gubuk tua tempat tinggalnya. Meski dalam keterbatasan, dia tetap tabah dan tidak pernah banyak menuntut. Hanya berharap agar ada perhatian dari pemerintah atau dermawan untuk memberinya tempat tinggal yang layak dan aman.
Susana, tetangga Mama Tima, sering kali menyempatkan diri untuk membantu dengan cara membawakan makanan atau sekadar menjenguk. Ia merasa prihatin melihat kondisi Mama Tima yang tinggal di gubuk tak layak huni. Setiap malam, kegelisahan melanda hati Susana, khawatir terjadi sesuatu pada Mama Tima.
Harapan dan Pengingat
Mama Tima hanya berharap agar bisa mendapatkan tempat tinggal yang layak dan aman. Sebuah rumah yang bisa menjadi tempat untuknya istirahat dengan tenang. Kisah Mama Tima menjadi pengingat bahwa dalam upaya membangun daerah, kita tidak boleh melupakan orang-orang yang sangat membutuhkan tempat tinggal layak seperti Mama Tima.


