Polisi Selidiki Tragedi Mati Lampu Serentak di Sumatra
Polisi mulai menyelidiki tragedi mati lampu serentak yang terjadi di sebagian besar wilayah Sumatra pada akhir pekan lalu. Kejadian tersebut terjadi pada Jumat, 22 Mei 2026. Hasil investigasi awal menunjukkan bahwa kabel transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kV jalur Muara Bungo-Sungai Rumpeh di Desa Tempino, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi ditemukan dalam kondisi putus.
Investigasi Dilakukan Secara Total
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, mendorong agar investigasi yang dilakukan tidak berhenti pada titik tersebut. Investigasi menyeluruh harus dilakukan untuk menelusuri akar masalah dari pemadaman listrik di Sumatra. Blackout yang terjadi telah menimbulkan kerugian baik bagi masyarakat, pekerja, maupun pengusaha. Sahroni juga mendukung upaya polisi dalam memberikan penjelasan resmi ke publik guna mengklarifikasi informasi yang belum terverifikasi yang telah menyebar luas di media sosial.
“Investigasi total harus dilakukan untuk menemukan fakta-fakta di lapangan. Hal ini penting untuk menghindari kemungkinan informasi yang tidak akurat dan dapat menimbulkan kegaduhan,” ujar Sahroni.
Penyebab Blackout di Sumatera
Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal (Wakabareskrim) Polri Irjen Nunung Syaifudin menyatakan bahwa blackout total di Sumatera bukan disebabkan oleh sabotase. Beberapa kemungkinan penyebab terputusnya kabel transmisi tersebut antara lain faktor mekanik akibat gesekan dan pengaruh angin, faktor panas akibat sambungan longgar yang menimbulkan rongga, serta faktor tarikan atau goyangan akibat cuaca ekstrem.
Pihak terkait terus melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengungkap akar masalah dari kejadian tersebut dan memastikan agar hal serupa tidak terulang di masa depan.


