Sebagian orang berpendapat bahwa orang yang sudah pernah terkena campak tidak akan terkena lagi. Namun, pada kenyataannya, ada kemungkinan kecil bagi sebagian orang untuk terinfeksi campak lebih dari sekali.
Perbedaan Gejala Saat Terinfeksi Kembali
Menurut penjelasan dari dokter spesialis penyakit dalam, Erpryta Nurdia Tetrasiwi dari Eka Hospital MT Haryono Jakarta, jika infeksi campak terjadi kembali, gejala yang muncul biasanya lebih ringan daripada yang dialami saat pertama kali terpapar. Gejala tersebut mungkin hanya berupa demam ringan dan ruam yang berlangsung singkat.
“Yang berat biasanya hanya sekali, saat infeksi pertama,” jelas dokter Pryta.
Perawatan dan Pemeriksaan
Dokter Pryta juga menyarankan agar orang dewasa yang terinfeksi campak tetap melakukan pemeriksaan ke dokter. Pemeriksaan akan melibatkan serangkaian tes, termasuk pemeriksaan paru-paru. Hal ini penting untuk mengetahui kondisi kesehatan paru-paru, mengingat komplikasi campak seperti pneumonia dan radang paru. Komplikasi lainnya meliputi radang otak, penyakit jantung, dan bahkan kebutaan.
“Ketika pasien campak periksa ke dokter, dokter akan memastikan bahwa tidak ada infeksi sekunder lain. Dokter akan memeriksa kondisi paru-paru dan organ lainnya sehingga pasien dapat isolasi di rumah untuk mencegah penularan ke orang lain,” ungkap dokter Pryta.
Setelah itu, dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan gejala yang dialami pasien. Jika pasien mengalami demam, mereka akan diberikan obat antipiretik seperti parasetamol.


