Makan Sehat ala Mahasiswa: Murah dan Bergizi
Memiliki keterbatasan uang saku sering membuat mahasiswa memilih makanan praktis yang cepat dan murah. Namun, kebiasaan ini bisa berdampak negatif pada kesehatan dan konsentrasi belajar. Kabar baiknya, makan sehat tidak harus mahal. Dengan perencanaan yang tepat, mahasiswa tetap bisa mendapatkan asupan gizi yang dibutuhkan.
Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Profesor Hardinsyah, menegaskan bahwa asupan makanan yang seimbang sangat penting dalam menjaga konsentrasi dan produktivitas mahasiswa di tengah jadwal yang padat.
Peran Makanan Sehat
Menurut Profesor Hardinsyah, makan seimbang terdiri dari makanan pokok, lauk berprotein, serta sayur-sayuran atau buah-buahan. Sarapan dan makan siang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan gizi harian mahasiswa. Makanan praktis seperti mi instan atau roti sebaiknya ditambahkan dengan protein dan sayuran sebagai asupan gizi yang lebih lengkap.
“Tambahkan telur, sayuran seperti timun atau tomat ketika mengonsumsi mi instan. Sayur dan buah kaya akan antioksidan yang penting bagi tubuh. Protein juga essensial untuk menjaga massa otot dan kebugaran tubuh,” jelas Profesor Hardinsyah.
Sumber protein seperti telur, tempe, tahu, ikan, atau ayam bisa didapatkan dengan harga terjangkau. Protein bukan hanya dibutuhkan oleh orang yang rutin berolahraga, tetapi juga penting bagi semua orang yang aktif.


