Berita Kekerasan dan Penelantaran Anak di Daycare Menimbulkan Kekhawatiran
Berita mengenai dugaan kekerasan dan penelantaran anak di beberapa daycare belakangan ini menggegerkan masyarakat. Setelah kasus di Yogyakarta, kini muncul dugaan kekerasan di sebuah daycare di Banda Aceh. Hal ini membuat para orangtua yang menitipkan anak di daycare merasa khawatir, was-was, dan lebih berhati-hati.
Reaksi Orangtua Terhadap Berita Kekerasan di Daycare
Desi, seorang ibu bekerja yang tinggal di Tangerang Selatan, merasa terpukul dengan berita tersebut. Meski anaknya sudah dua tahun dititipkan di daycare tanpa masalah, Desi kembali memeriksa keamanan di tempat penitipan tersebut. Kejadian tersebut menginspirasi Desi untuk lebih berkomunikasi dengan anaknya dan memastikan bahwa ia merasa aman.
“Sudah dua tahun anak dititipkan di daycare, sejauh ini tidak ada masalah memang. Tapi kejadian tersebut bikin saya kembali cek dengan tanya ke anak. Saya tanya, ‘Dek miss di daycare baik-baik atau galak? Miss yang paling baik siapa? Kalau dedek enggak mau makan dimarahin enggak?’,” ungkap Desi.
Psikolog Memberikan Tips Memilih Daycare yang Aman
Mengenai pemilihan daycare yang aman, psikolog klinis Jovita Maria Ferliana memberikan pandangannya. Menurutnya, keamanan fisik dan emosional anak harus menjadi prioritas utama dalam memilih tempat penitipan anak. Jovita menekankan pentingnya peran pengasuh daycare dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman untuk anak.
“Di sini orangtua perlu melihat apakah pengasuh yang ada di daycare itu responsif atau enggak, sabar atau enggak, menghormati anak atau enggak,” jelas Jovita.
Salah satu cara untuk memastikan hal tersebut adalah dengan memeriksa rasio pengasuh dan anak. Untuk anak di bawah dua tahun, idealnya adalah satu pengasuh untuk satu bayi. Sedangkan untuk anak di atas dua tahun, rasionya adalah satu banding empat hingga lima, yang berarti satu pengasuh mengawasi empat hingga lima anak.


