Penyakit campak dapat mengakibatkan berbagai komplikasi serius seperti kejang, pneumonia, sesak napas, diare, dan gangguan irama jantung. Meskipun demikian, tidak ada hubungan langsung antara campak dan masalah ginjal. Menurut dokter spesialis anak Elsye Souvriyanti, campak tidak akan secara langsung menyebabkan masalah ginjal, namun diare yang disebabkan oleh campak bisa mengakibatkan dehidrasi yang pada gilirannya dapat berdampak pada gangguan ginjal.
Komplikasi seperti laringitis, pneumonia, ensefalitis, otitis media, dan konjungtivitis dapat membuat campak menjadi penyakit yang berbahaya. Misalnya, laringitis dapat menyebabkan pembengkakan pada saluran napas dan menyebabkan sesak napas pada pasien. Pneumonia juga dapat menyebabkan pasien kesulitan bernapas dan angka kematian yang cukup tinggi. Selain itu, pada ibu hamil, campak dapat menyebabkan abortus, kelahiran prematur, dan kelainan bawaan pada bayi yang baru lahir.
Dalam diskusi daring bersama Rumah Sakit Yarsi, dokter Elsye Souvriyanti menjelaskan bahwa meskipun campak dapat mengakibatkan komplikasi yang serius, tidak ada hubungan langsung antara campak dan masalah ginjal. Namun, penting untuk diwaspadai bahwa dehidrasi akibat diare yang disebabkan oleh campak dapat berdampak pada gangguan ginjal. Meskipun campak tidak secara langsung terkait dengan masalah ginjal, penting untuk menghindari komplikasi serius yang dapat timbul akibat penyakit ini.


