Wakil Presiden AS, JD Vance, telah mengumumkan bahwa pembicaraan dengan Iran telah mencapai jalan buntu setelah mengajukan “penawaran terakhir dan terbaik”. Vance memberikan sinyal bahwa negosiasi masih terbuka untuk Iran setelah Amerika Serikat bersama Israel sepakat untuk menghentikan sementara serangan selama dua minggu. Masalah inti dalam perselisihan tersebut terletak pada senjata nuklir, dengan Iran bersikeras bahwa mereka tidak tertarik pada senjata nuklir, sementara AS dan Israel memandang sebaliknya. Vance menegaskan bahwa komitmen jangka panjang dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir masih belum terlihat. Meskipun Presiden Donald Trump telah menekankan pentingnya upaya kesepakatan, pertemuan di Islamabad tidak mencapai kemajuan yang diharapkan. Selain masalah senjata nuklir, perundingan juga gagal mencapai kesepakatan terkait pembukaan Selat Hormuz. Presiden Trump menekankan bahwa perundingan harus dilakukan dengan niat baik, namun sayangnya tidak ada kemajuan signifikan yang dicapai.


