PAN Tegaskan Setia Bersama Prabowo, Sebut Koalisi dengan Gerindra “Sepanjang Masa”
Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan atau Zulhas, kembali menegaskan arah politik partainya yang tetap solid bersama Gerindra. Dalam Rakernas 2026 di DPP PAN, Jakarta Selatan, ia menyebut hubungan kedua partai bukan sekadar kerja sama sesaat, melainkan koalisi yang sudah teruji dan akan terus dijaga. Pernyataan itu disampaikan Zulhas di tengah pembahasan situasi global, termasuk dampak perang di Timur Tengah antara Amerika-Israel dan Iran yang disebut mulai memengaruhi banyak negara.
Koalisi yang Dibangun Sejak Lama
Zulhas mengingatkan bahwa PAN telah mendukung Prabowo sejak 2009. Dari situlah, menurut dia, kedekatan PAN dan Gerindra dibangun bukan hanya atas kepentingan politik jangka pendek, melainkan atas kesamaan pandangan yang terus dipelihara hingga kini. Ia bahkan menegaskan bahwa PAN memandang Gerindra sebagai mitra paling konsisten dalam perjalanan politiknya.
Dalam forum tersebut, Zulhas menyebut PAN hanya mengundang Gerindra karena hubungan keduanya dianggap sebagai koalisi yang setia. Ia memakai istilah “sepanjang masa” untuk menggambarkan kedekatan itu, sekaligus memberi sinyal bahwa PAN tidak melihat relasi ini sebagai kerja sama yang mudah berubah.
Undang Dasco dan Prasetyo Hadi
Tak hanya Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, PAN juga mengundang Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi yang disebut sebagai representasi kader Gerindra. Langkah itu mempertegas pesan politik yang ingin disampaikan PAN dalam Rakernas, bahwa hubungan dengan Gerindra masih menjadi poros penting bagi partai berlambang matahari putih tersebut.
Zulhas menekankan, koalisi PAN dan Gerindra bukan sekadar formalitas di panggung politik, tetapi kemitraan yang harus terus dijaga dalam jangka panjang. Di tengah situasi global yang tak menentu, ia menempatkan soliditas politik sebagai modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


