More

    Adaptasi Sistem Pencernaan Usai Lebaran: Saran Puasa Syawal

    Setelah melewati bulan Ramadan, penting bagi kita untuk melakukan adaptasi terhadap sistem pencernaan kita. Hal ini karena tubuh kita perlu beradaptasi dari pola makan selama puasa Ramadan ke pola makan normal setelahnya. Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, seorang Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), menyarankan agar kita menjalankan puasa Syawal untuk membantu proses adaptasi tersebut.

    Menurut Ari, penyesuaian ini harus dilakukan secara bertahap, termasuk dalam hal jumlah makanan yang dikonsumsi, waktu makan, dan pola istirahat. Kita perlu menghindari konsumsi makanan secara berlebihan karena lambung memiliki keterbatasan dalam menerima asupan makanan. Puasa Syawal bisa menjadi salah satu cara untuk membantu tubuh bertransisi kembali ke pola makan normal setelah Lebaran.

    Selama Lebaran, kita sering kali mengonsumsi makanan yang tinggi lemak, bersantan, dan tinggi gula yang bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti perut kembung, begah, dan nyeri ulu hati. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membatasi konsumsi makanan tinggi lemak, bersantan, pedas, atau asam, serta minuman bersoda dan kopi berlebihan, terutama bagi yang sudah mengurangi asupan tersebut selama Ramadan.

    Bagi mereka dengan riwayat penyakit lambung, hipertensi, diabetes, atau asam urat, perlu lebih waspada karena pola makan yang tidak terkontrol selama Lebaran dapat memicu kondisi akut. Meskipun banyak orang berhasil mengendalikan pola makan dan menurunkan berat badan selama Ramadan, tetapi kondisi tersebut bisa kembali seperti semula jika tidak dijaga dengan baik. Jadi, penting untuk tetap memperhatikan pola makan dan menjaga kesehatan sistem pencernaan kita pasca Lebaran.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles