Putri Kusuma Wardani pulang dari Swiss Open 2026 tanpa gelar, tetapi bukan tanpa pelajaran. Di final yang digelar di St. Jakobshalle, Basel, tunggal putri Indonesia itu harus mengakui keunggulan wakil Thailand, Supanida Katethong, lewat kekalahan dua gim langsung, 11-21 dan 15-21. Hasil ini memang menutup peluang Putri KW naik ke podium tertinggi, namun juga menegaskan bahwa persaingan di level atas semakin menuntut ketepatan strategi dan ketenangan sejak awal pertandingan.
Putri KW Akui Supanida Bermain Lebih Tepat
Dalam laga puncak tersebut, Putri KW tampak kesulitan keluar dari tekanan lawan. Supanida Katethong disebut tampil dengan pola yang tepat untuk meredam permainan Putri. Putri pun mengakui lawannya mampu membaca situasi pertandingan dengan baik dan memanfaatkan celah yang muncul di lapangan.
Meski kalah, Putri tidak menutupi rasa syukurnya karena tetap bisa menembus final dan finis sebagai runner-up Swiss Open 2026. Bagi pemain muda Indonesia itu, hasil ini menjadi bagian dari proses panjang untuk mengasah mental dan kualitas permainan, terutama saat menghadapi pemain top dengan karakter berbeda.
Runner-up Jadi Bahan Evaluasi
Putri KW menilai kekalahan ini belum mencerminkan performa terbaiknya. Ia merasa masih ada aspek yang perlu dibenahi, terutama setelah menjalani sejumlah turnamen terakhir yang memberinya pengalaman berharga. Namun, pengalaman itu belum sepenuhnya terkonversi menjadi performa maksimal di partai final.
Meski begitu, capaian sebagai runner-up tetap memiliki arti penting. Selain menambah jam terbang di pertandingan besar, hasil di Basel juga memberi gambaran jelas tentang apa yang harus diperbaiki Putri ke depan. Dalam turnamen seperti Swiss Open 2026, detail kecil sering kali menjadi pembeda, dan final ini kembali memperlihatkan betapa mahalnya ruang untuk melakukan kesalahan.
Fokus ke Turnamen Berikutnya
Bagi Putri Kusuma Wardani, hasil di Swiss Open 2026 bukan akhir cerita, melainkan titik evaluasi. Kekalahan dari Supanida Katethong bisa menjadi modal untuk menata ulang persiapan dan memperkuat konsistensi saat menghadapi tekanan di laga-laga penentuan. Dengan pengalaman naik podium di Basel, Putri kini membawa pulang bukan hanya status runner-up, tetapi juga pelajaran penting untuk turnamen berikutnya.


