Formula 1 resmi mengambil langkah besar dengan membatalkan jadwal Grand Prix Bahrain 2026 dan Grand Prix Arab Saudi 2026. Keputusan ini bukan sekadar soal kalender balapan, melainkan efek langsung dari memanasnya konflik di kawasan Asia Barat yang melibatkan Iran serta Amerika Serikat (AS) bersama Israel.
Jadwal Bahrain dan Arab Saudi tak jadi digelar
Grand Prix Bahrain 2026 yang semula dijadwalkan berlangsung di Sirkuit Internasional Bahrain, Sakhir pada 10-12 April, serta Grand Prix Arab Saudi 2026 di Sirkuit Jeddah Corniche, Jeddah sepekan setelahnya, kini harus ditunda dari rencana awal. F1 menilai situasi keamanan di kawasan tersebut belum cukup stabil untuk mendukung penyelenggaraan dua balapan itu.
Konflik regional ganggu persiapan logistik
Ketegangan yang meningkat pada akhir Februari, terutama setelah perang udara antara Iran dan AS-Israel makin intens, berdampak langsung pada urusan teknis di balik layar. Salah satu masalah utama datang dari sisi logistik, setelah sejumlah maskapai penerbangan di Qatar dan Uni Emirat Arab (UEA) membekukan operasinya.
Kondisi itu berpotensi menghambat pengiriman perlengkapan F1 melalui jalur udara maupun laut. Dalam situasi seperti ini, kelancaran pemindahan peralatan tim, mobil balap, hingga kebutuhan operasional lain menjadi terlalu berisiko untuk dipaksakan.
F1 tak siapkan pengganti untuk dua seri tersebut
Dengan mempertimbangkan faktor keamanan dan hambatan distribusi, F1 memutuskan tidak melanjutkan Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi pada April 2026. Hingga keputusan diumumkan, tidak ada rencana untuk menggantikan kedua seri tersebut, sehingga kalender musim harus disesuaikan tanpa dua balapan pembuka di Timur Tengah itu.
Source link


