Pedro Acosta pulang dari sprint MotoGP Thailand 2026 dengan pengalaman yang lebih dari sekadar hasil balapan. Rider Red Bull KTM itu menyebut duel sengitnya melawan Marc Marquez dari Ducati Lenovo di Sirkuit Buriram, Thailand, sebagai salah satu pertarungan terbaik yang pernah ia rasakan di kelas utama. Bagi Acosta, momen itu bahkan menghidupkan kembali atmosfer lama yang ia kenal saat masih bersaing di Moto3.
Duel yang Mengingatkan Acosta pada Moto3
Acosta tidak menutupi rasa puasnya ketika berbicara tentang pertarungan tersebut. Ia mengaku menikmati setiap lap yang diwarnai saling salip, terutama ketika harus berhadapan langsung dengan Marquez. Sensasi itu, menurutnya, mirip dengan masa-masa ketika ia sering terlibat duel rapat di Moto3, di mana manuver overtaking menjadi bagian penting dari ritme balapan.
Situasi di lintasan berubah setelah Marco Bezzecchi, yang sempat memimpin lomba, terjatuh pada awal balapan. Sejak saat itu, duel di rombongan depan makin terbuka dan Acosta memanfaatkan peluang dengan motor RC16 miliknya. Ia terus menekan, terutama di tikungan terakhir, meski Marquez beberapa kali berhasil merebut kembali posisinya.
Kontak di Tikungan Terakhir Ubah Jalannya Sprint
Menjelang finis, Acosta akhirnya sempat mengambil alih pimpinan setelah Marquez membuat kesalahan kecil di area infield. Namun, Marquez tak tinggal diam. Ia mencoba membalas lewat pengereman agresif di tikungan terakhir, hingga terjadi kontak yang membuat Acosta terdorong ke luar lintasan. Insiden itu langsung mengubah jalannya pertarungan yang sebelumnya berlangsung ketat dan bersih.
Atas manuver tersebut, FIM Stewards menjatuhkan penalti turun satu posisi kepada Marquez. Drama belum berhenti di situ, karena Marquez baru menyadari hukuman itu tepat saat keluar dari tikungan terakhir pada putaran final. Momen itu menambah panas duel yang sejak awal sudah menyedot perhatian, sekaligus menegaskan betapa tipisnya batas antara kemenangan, risiko, dan kesalahan dalam sprint Buriram.
Source link


