All You Can Eat sering menjadi pilihan menarik untuk menu buka puasa setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun, hal ini perlu diwaspadai dan disiasati dengan bijak agar tidak menimbulkan masalah pada pencernaan. Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH., MMB, FINASIM, FACP, FACG, yang juga konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, mengingatkan bahwa makan berlebihan saat All You Can Eat dapat meningkatkan risiko gangguan lambung, termasuk penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Restoran All You Can Eat biasanya menyajikan makanan yang didominasi oleh daging merah, yang dapat mengandung lemak tinggi berkontribusi pada risiko GERD.
Konsumsi daging merah secara berlebihan dapat meningkatkan produksi asam lambung dan menyebabkan cairan asam naik ke kerongkongan, menyebabkan sensasi panas atau perih di ulu hati yang dikenal sebagai heartburn, salah satu gejala GERD. Makan terlalu banyak dalam waktu singkat juga dapat membuat lambung bekerja lebih berat. Menurut Ari, kapasitas lambung manusia adalah sekitar 600-800 cc, jika makanan melebihi kapasitas tersebut, dapat menyebabkan lambung terasa sangat penuh hingga menimbulkan gejala seperti ingin muntah, sesak napas, atau jantung berdebar.
Restoran All You Can Eat sering memberikan batas waktu makan sekitar dua jam, menyebabkan orang makan dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Makan terburu-buru dapat menyebabkan makanan tidak terkunyah dengan baik, memperbesar lambung secara tiba-tiba atau mengalami dilatasi. Dalam kasus tertentu, seseorang bahkan bisa mengalami perut sangat penuh hingga tidak mampu muntah. Makan berlebihan juga bisa menyebabkan kebocoran lambung atau usus, yang membutuhkan penanganan medis segera. Oleh karena itu, penting untuk tetap bijak dalam mengonsumsi menu All You Can Eat agar tetap sehat dan terhindar dari masalah pencernaan.


