More

    Tips Mencegah Obesitas dengan Hal Kecil yang Sering Diabaikan

    Tips Mencegah Obesitas dengan Hal Kecil yang Sering Diabaikan

    Obesitas kerap dianggap muncul dari pola makan besar-besaran atau kurang olahraga berat. Padahal, masalah ini sering berawal dari kebiasaan kecil yang terus dibiarkan. Di Indonesia, pencegahannya justru bisa dimulai dari langkah paling sederhana: lebih cermat saat memilih makanan dan lebih aktif bergerak dalam rutinitas harian.

    Langkah kecil yang sering dilewatkan

    Salah satu kebiasaan yang disorot adalah membaca label gizi pada kemasan makanan. Informasi tentang kandungan gula, garam, dan lemak sering kali diabaikan, padahal data itulah yang membantu konsumen menilai apakah sebuah produk aman dikonsumsi secara rutin. Di saat yang sama, masyarakat juga dianjurkan lebih jeli memilih produk dengan logo “Pilihan Lebih Sehat”, yang menandakan produk tersebut memenuhi kriteria pemerintah.

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi, menyebut kebiasaan berlebihan ini kerap terjadi tanpa disadari. Menurutnya, masyarakat perlu mulai membiasakan diri melihat komposisi makanan sebelum membeli, bukan setelah terbiasa mengonsumsinya dalam jangka panjang.

    Angka konsumsi yang masih tinggi

    Masalahnya bukan kecil. Sebanyak 28,7 persen penduduk Indonesia masih mengonsumsi gula, garam, dan lemak melebihi batas yang dianjurkan. Pola ini menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko obesitas. Karena itu, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan imbauan umum, tetapi harus masuk ke kebiasaan sehari-hari yang nyata dan mudah dilakukan.

    dr. Siti Nadia Tarmizi menekankan bahwa pembatasan asupan tidak harus dilakukan secara ekstrem. Mengurangi konsumsi gula secara bertahap dinilai lebih realistis dan lebih mudah dipertahankan. Dengan begitu, perubahan gaya hidup tidak terasa seperti beban sesaat, melainkan kebiasaan baru yang bisa dijaga dalam jangka panjang.

    Gerak ringan yang berdampak besar

    Selain makanan, aktivitas fisik juga menjadi kunci penting. Berjalan kaki, lebih sering menggunakan tangga dibanding lift, atau sekadar memperbanyak gerak di sela aktivitas harian dapat membantu menjaga keseimbangan energi tubuh. Kebiasaan sederhana seperti ini sering dianggap sepele, padahal dampaknya besar jika dilakukan konsisten.

    Pada Hari Obesitas Sedunia 2026, dr. Siti Nadia Tarmizi kembali menegaskan bahwa pencegahan obesitas bertumpu pada kebiasaan yang stabil, bukan perubahan mendadak. Jika pola makan lebih terkontrol dan tubuh tetap aktif, risiko obesitas bisa ditekan sekaligus membantu mencegah penyakit lain seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.

    Berita Terbaru

    Related articles