More

    Prabowo Sampaikan Belasungkawa Khamenei: Tanggapan Tokoh Islam

    Prabowo Sampaikan Belasungkawa ke Khamenei, Tokoh Islam Soroti Sikap Indonesia

    Ucapan belasungkawa Presiden Prabowo Subianto kepada Ayatollah Khamenei menuai apresiasi dari sejumlah tokoh Islam. Bagi mereka, langkah itu bukan sekadar gestur diplomatik, melainkan cerminan sikap kemanusiaan dan posisi Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di luar Asia Barat.

    Sikap yang Dinilai Mewakili Solidaritas Dunia Islam

    Ketua Dewan Penasihat ICMI, Jimly Asshiddiqie, menilai tindakan Prabowo menunjukkan solidaritas yang layak ditunjukkan oleh Indonesia. Menurut dia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia di luar kawasan Asia Barat, Indonesia punya tanggung jawab moral untuk ikut berperan dalam meredakan ketegangan di antara negara-negara Islam.

    Apresiasi serupa juga mengemuka sebelum dan setelah acara buka puasa bersama Prabowo di Istana Negara. Dalam pandangan Jimly, langkah seperti ini penting karena Indonesia tidak hanya dipandang dari sisi politik luar negeri, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan dalam situasi yang memanas.

    PBNU: Belasungkawa Itu Wajar, Perdamaian Harus Jadi Prioritas

    Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, atau Gus Yahya, juga menilai ucapan belasungkawa Prabowo sebagai hal yang wajar dan manusiawi. Namun ia mengingatkan bahwa perhatian utama tetap harus diarahkan pada upaya menghentikan kekerasan dan konflik yang terjadi di berbagai negara.

    Gus Yahya menekankan pentingnya memanfaatkan forum internasional, termasuk keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace, untuk mendorong penyelesaian damai. Dengan cara itu, kata dia, Indonesia bisa mengambil peran yang lebih nyata, bukan hanya menyampaikan simpati, tetapi juga ikut membuka jalan dialog.

    Langkah Diplomatik yang Diperhatikan

    Prabowo sebelumnya mengirimkan surat belasungkawa kepada Presiden Iran atas wafatnya Ayatollah Khomeini, yang dilaporkan meninggal karena serangan militer. Langkah tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa Indonesia ingin menjaga hubungan dengan Iran tetap terbuka dan konstruktif, di tengah situasi kawasan yang sensitif.

    Di tengah sorotan atas konflik dan ketegangan internasional, gestur seperti ini mendapat perhatian besar dari kalangan ulama. Bagi mereka, pesan yang dibawa Prabowo bukan hanya soal duka, tetapi juga soal arah politik luar negeri Indonesia yang ingin tetap hadir sebagai suara penyejuk.

    Berita Terbaru

    Related articles