Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan keyakinannya bahwa pasokan impor produk bahan bakar minyak (BBM) Indonesia dari negara tetangga seperti Singapura tidak akan terganggu meskipun tensi geopolitik global tengah meningkat. Penutupan Selat Hormuz akibat konflik Iran-Israel yang melibatkan Amerika Serikat tidak akan berdampak signifikan pada pasokan BBM Indonesia. Bahlil meyakini bahwa Singapura memiliki berbagai sumber pasokan minyak mentah alternatif di luar kawasan Timur Tengah. Sumber minyak mentah dunia tidak hanya berasal dari Timur Tengah, tetapi juga dari negara produsen lain seperti Afrika, Brasil, dan Amerika Serikat yang dapat diolah oleh kilang-kilang di Singapura. Dalam praktik perdagangan minyak global, perusahaan biasanya mencari sumber pasokan yang paling ekonomis dan memiliki jalur distribusi tercepat. Meskipun Selat Hormuz menjadi rute penting dengan 20,1 juta barel per hari melewati area tersebut, Bahlil optimis bahwa impor BBM Indonesia tidak akan terganggu. Pasokan BBM dari negara tetangga diyakini akan tetap stabil dan dapat memenuhi kebutuhan BBM Indonesia.


