More

    Overbuying dalam Belanja Ramadan: Dampak Psikologisnya

    Menjelang bulan suci Ramadan, godaan untuk berbelanja sering kali muncul. Pakar Perilaku Konsumen, Profesor Megawati Simanjuntak, mengatakan bahwa promo hampers, diskon baju Lebaran, dan penawaran lainnya seringkali membuat orang tergoda untuk berbelanja berlebih. Namun, hal ini justru dapat menjadi perilaku konsumtif yang bertentangan dengan nilai kesederhanaan yang seharusnya diajarkan selama bulan puasa.

    Ramadan seringkali dianggap sebagai periode rawan terjadinya overbuying, yaitu perilaku membeli barang atau jasa secara berlebihan tanpa mempertimbangkan kebutuhan yang sebenarnya. Hal ini tidak sejalan dengan ajaran puasa yang seharusnya mengajarkan kesederhanaan. Banyak orang terjebak dalam perilaku konsumtif terutama menjelang berbuka puasa, di mana makanan dan takjil disiapkan dalam jumlah yang berlebihan dan seringkali berujung pada limbah.

    Dampak dari kebiasaan belanja berlebihan tidak hanya berdampak pada keuangan, tetapi juga dapat berpengaruh pada kesehatan mental seseorang. Psikiater Joel L. Young M.D. menyatakan bahwa pengeluaran kompulsif dapat menyebabkan utang, merusak hubungan, dan bahkan menyebabkan masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Oleh karena itu, penting untuk membatasi perilaku konsumtif selama Ramadan agar dapat menjaga kesehatan fisik dan mental.

    Source link

    Berita Terbaru

    Related articles