Selama semester pertama tahun 2025, CertiK menyatakan bahwa jumlah kejahatan kripto meningkat secara signifikan. Dalam laporan terbaru yang berjudul “Hack3d: Web3 Security Report”, CertiK mengungkapkan bahwa total aset kripto yang disalahgunakan dari bulan Januari hingga Juni 2025 mencapai USD 2,47 miliar. Terdapat 344 kejadian yang berbeda dimana kebocoran dompet digital dan phishing menjadi penyebab utama. Beberapa kasus besar melibatkan bursa kripto Bybit dan protokol DeFi Cetus Protocol.
Selain itu, CertiK juga mencatat bahwa jaringan Ethereum merupakan target paling sering diserang. Serangkaian insiden berskala besar telah membuat Ethereum mengalami kerugian yang signifikan jika dibandingkan dengan blockchain lainnya. Sebagai akibat dari berbagai kejadian tersebut, kerugian bersih total pada paruh pertama tahun 2025 diperkirakan mencapai hampir US$2,29 miliar. Kerugian ini tidak hanya memengaruhi investor ritel dan institusi, namun juga platform perdagangan kripto secara luas.


