Di saat peta politik pasca-Pemilu 2024 masih menyisakan banyak partai yang gagal menembus parlemen, panggung politik justru kembali bergerak. Dari 18 partai yang bertarung, hanya delapan yang berhasil melangkah ke DPR. Nama-nama seperti PSI, Partai Ummat, Perindo, Hanura, dan PBB tersingkir, sementara PPP yang punya sejarah panjang pun ikut tersisih. Namun, situasi itu tidak membuat ruang politik mengerut. Justru pada pertengahan Januari 2026, dua partai baru resmi dideklarasikan: Partai Gema Bangsa dan Gerakan Rakyat.
Eks Perindo Lahirkan Gema Bangsa
Partai Gema Bangsa menjadi sorotan karena digerakkan oleh wajah-wajah lama dari Partai Perindo. Partai ini diketuai Ahmad Rofiq, dengan Muhammad Sopiyan sebagai sekretaris jenderal. Keduanya membawa pesan politik yang mereka sebut sebagai “Indonesia Reborn”, sebuah gagasan yang ingin menegaskan kemandirian bangsa sekaligus mendorong desentralisasi politik.
Rofiq menekankan bahwa partai ini tidak dibangun untuk kepentingan segelintir elite. Menurut dia, kepemilikan partai berada sepenuhnya di tangan kader dan pengurus di seluruh Indonesia. Dari titik itu, Gema Bangsa ingin tampil sebagai partai yang lahir dari kegelisahan, bukan dari transaksi kekuasaan.
Menjual Gagasan Kemandirian dan Perlawanan terhadap Oligarki
Dalam pernyataannya, Partai Gema Bangsa menyebut kelahirannya berangkat dari keprihatinan atas kondisi kebangsaan yang dinilai makin memburuk. Rofiq menegaskan partainya ingin memperjuangkan kedaulatan nasional dan keadilan bagi rakyat. Ia juga menyampaikan keyakinan bahwa Indonesia punya modal besar untuk menjadi bangsa yang kuat jika gerakan kemandirian benar-benar dijalankan.
Di hadapan arah politik yang kerap dianggap dikuasai kepentingan besar, Rofiq menempatkan isu oligarki sebagai lawan utama. Ia menyebut kemandirian sebagai sikap politik yang harus berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan asing atau kelompok tertentu. Dalam pandangannya, kemandirian budaya dan politik menjadi kunci agar Indonesia bisa membangun masa depan yang berdaulat dan bermartabat.
Kehadiran Partai Baru di Ruang yang Mulai Kosong
Munculnya Gema Bangsa dan Gerakan Rakyat menunjukkan bahwa ruang politik belum sepenuhnya tertutup meski banyak partai gagal di Pemilu 2024. Di tengah turunnya kepercayaan terhadap partai-partai lama, deklarasi dua partai baru ini menjadi upaya untuk menawarkan identitas, basis kader, dan narasi politik yang berbeda. Bagi Gema Bangsa, tantangannya kini bukan sekadar hadir di tengah sorotan, tetapi membuktikan bahwa gagasan kemandirian yang mereka usung bisa diterjemahkan menjadi kekuatan politik yang nyata.


