Pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1/2026). Pesawat diduga berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan. Pesawat tersebut berangkat dari Yogyakarta pada pukul 09.08 WITA dengan estimasi waktu tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada pukul 12.22 WITA. Pada pukul 12.23 WITA, pesawat PK-THT diinstruksikan oleh petugas Air Traffic Control (ATC) Makassar Radar untuk melakukan intercept ILS Runway 21 melalui Openg pada ketinggian 5.300 kaki. Namun, pesawat dilaporkan melewati titik yang telah ditentukan. Petugas ATC kemudian mengonfirmasi arah terbang pesawat dan menginstruksikan direct track ke final Runway 21. Pesawat sempat meminta menuju titik KABIB, namun diketahui telah melewati titik tersebut. Selanjutnya, petugas mengarahkan pesawat ke final dengan heading 240 derajat dan kembali diulang dengan heading 250 derajat untuk intercept final Runway 21. Setelah instruksi tersebut, kontak dengan pesawat PK-THT dinyatakan hilang. Upaya pemanggilan telah dilakukan namun tidak ada jawaban dari pesawat. Dalam hal ini, DPR meminta investigasi menyeluruh atas jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Maros.
Investigasi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Maros: DPR Minta Penyelidikan
Related articles


