Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA) melihat tahun 2026 sebagai periode yang masih menjanjikan bagi industri perbankan, tetapi tidak tanpa pekerjaan rumah. Ketua Umum ASBANDA, Agus Haryoto Widodo, menilai ada peluang pertumbuhan yang tetap terbuka, meski penyaluran kredit pada 2025 masih menyisakan perlambatan yang harus segera dibenahi. Fokus utama kini bukan sekadar mengejar ekspansi, melainkan memastikan pertumbuhan kredit bisa berjalan seiring dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada tahun depan.
Kredit Masih Tertahan, DPK Jadi Kunci
Agus menyoroti bahwa salah satu tantangan terbesar datang dari belum pulihnya daya beli kelas menengah. Di saat yang sama, dunia usaha juga masih bersikap hati-hati dalam melakukan ekspansi. Kondisi ini membuat laju kredit perbankan belum bergerak seagresif yang diharapkan. Menurutnya, tekanan tersebut masih terasa, terutama ketika sektor korporasi menjadi penopang utama pertumbuhan kredit, sementara ruang di segmen lain belum sepenuhnya pulih.
BPD Diminta Tetap Dekat dengan UMKM dan Ritel
Di tengah situasi itu, Agus menegaskan bahwa Bank Pembangunan Daerah atau BPD tidak bisa hanya bertumpu pada pembiayaan korporasi. Sektor UMKM dan ritel tetap harus menjadi perhatian, meski keduanya masih berada dalam kondisi tertekan. BPD, kata dia, punya peran penting karena kedekatannya dengan daerah dan pelaku usaha lokal yang sering kali menjadi motor ekonomi setempat.
Menangkap Arah Kebijakan Pemerintah
ASBANDA juga mencermati arah kebijakan pemerintah dan dampaknya bagi industri perbankan. Dalam pandangan Agus, BPD perlu bergerak lebih kreatif agar bisa ikut menggerakkan ekonomi daerah, terutama ketika pemerintah menerapkan langkah-langkah penghematan. Tantangannya bukan hanya menjaga pertumbuhan bisnis bank, tetapi juga memastikan peran BPD tetap terasa di tengah kebutuhan daerah yang terus berubah.
Untuk melihat lebih jauh prospek dan tantangan bisnis BPD pada 2026, dialog antara Syarifah Rahma dengan Direktur Utama Bank Jakarta sekaligus Ketua Umum ASBANDA, Agus Haryoto Widodo, ditayangkan dalam program Power Lunch di CNBC Indonesia pada Rabu, 14 Januari 2026.
Source link


