Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (ASBANDA), Agus Haryoto Widodo, memandang dengan optimisme terhadap pertumbuhan bisnis perbankan di tahun 2026. Meskipun demikian, masih ada tantangan yang harus dihadapi, seperti penyaluran kredit yang tertahan di tahun 2025. Hal ini menjadi fokus untuk dicari solusi agar pertumbuhan kredit dapat sejalan dengan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di tahun 2026.
Agus Haryoto Widodo menyoroti bahwa daya beli kelas menengah yang belum pulih dan kehati-hatian dunia usaha dalam ekspansi menjadi tantangan bagi sektor perbankan. Meskipun pertumbuhan kredit masih dipengaruhi oleh sektor korporasi, BPD harus tetap fokus pada sektor UMKM dan ritel yang masih mengalami tekanan.
Di sisi lain, BPD juga memperhatikan arah kebijakan pemerintah dan dampaknya terhadap sektor perbankan. Oleh karena itu, BPD perlu mengambil langkah-langkah kreatif untuk menggerakkan ekonomi daerah. Pertanyaannya, bagaimana prospek dan tantangan bisnis BPD di tahun 2026?
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menyaksikan dialog antara Syarifah Rahma dengan Direktur Utama Bank Jakarta dan Ketua Umum ASBANDA, Agus Haryoto Widodo dalam acara Power Lunch di CNBC Indonesia pada Rabu, 14 Januari 2026.


