Hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Kanada semakin tegang sejak Donald Trump terpilih untuk jabatan keduanya. Trump telah mengancam Kanada dengan tarif tinggi, meskipun AS selalu menjadi negara penyerap ekspor terbesar Kanada. Dalam menghadapi gesekan dengan AS, Kanada justru mempererat hubungan dengan China. Keduanya telah mencapai kesepakatan perdagangan awal yang melibatkan pengurangan tarif untuk kendaraan listrik dan canola. Hal ini merupakan langkah strategis untuk membangun kembali hubungan dengan mitra dagang terbesar kedua negaranya setelah AS.
Kanada awalnya akan mengizinkan masuk hingga 49.000 kendaraan listrik China dengan tarif 6,1%, yang merupakan penurunan signifikan dibandingkan dengan tarif sebelumnya. Kesepakatan ini diharapkan dapat menarik investasi China ke sektor otomotif Kanada dan mengarahkan Kanada menuju masa depan zero-emission. Selain itu, China juga akan menurunkan tarif pada biji canola Kanada dan beberapa produk pertanian lainnya.
Kanada juga berharap untuk memperluas investasi China dalam infrastruktur energi, termasuk tenaga angin lepas pantai. Dalam upaya untuk membangun hubungan yang lebih stabil, Carney, Perdana Menteri Kanada, memperkuat dialog ekonomi dengan China. Meskipun hubungan politik antara Kanada dan AS tetap penting, Kanada tidak menutup kemungkinan untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan China. Dengan pendekatan yang lebih pragmatis terhadap China, Kanada dapat menjadi contoh bahwa pemisahan yang dipimpin AS tidak selalu diterima oleh negara-negara sekutu.


