Kenapa Penting Berdialog dengan Tokoh Agama?
Rencana nelayan di Kabupaten Lebak untuk menghidupkan kembali peringatan Hari Nelayan dan tradisi Ruwat Laut mendapat dukungan dari Anggota Komisi X DPR, Bonnie Triyana. Dalam pertemuan dengan para nelayan di wilayah Binuangeun, Kabupaten Lebak, Bonnie menilai dua tradisi itu bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari jejak panjang kebudayaan pesisir yang masih punya tempat di tengah masyarakat hari ini.
Tradisi Lama, Nafas yang Masih Dijaga
Bonnie mengingatkan bahwa Hari Nelayan memiliki sejarah panjang. Peringatan itu pertama kali digelar pada masa Presiden Soekarno, lalu ditetapkan sebagai Hari Nelayan Nasional oleh Presiden Megawati Soekarnoputri. Sementara itu, Ruwat Laut dipahami sebagai warisan leluhur untuk menyampaikan rasa syukur atas hasil laut dan keselamatan para nelayan saat melaut.
Menurut Bonnie, upaya menghidupkan kembali tradisi semacam ini penting selama tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat setempat. Ia menekankan bahwa kebudayaan tidak berdiri diam, melainkan terus bergerak dan menyesuaikan diri dengan nilai-nilai yang hidup di tengah warga.
Dialog dengan Tokoh Agama Jadi Kunci
Di titik inilah Bonnie menilai dialog dengan tokoh agama menjadi langkah yang tidak bisa diabaikan. Ia menegaskan, pelaksanaan Ruwat Laut perlu dibicarakan agar bisa diterima oleh semua lapisan masyarakat dan tidak menimbulkan perbedaan pandangan di kemudian hari.
Bonnie juga membuka ruang agar unsur keagamaan dimasukkan ke dalam rangkaian kegiatan, misalnya melalui doa bersama atau pengajian. Dengan begitu, esensi syukur yang menjadi inti tradisi tetap terjaga, tanpa harus menghilangkan kebiasaan masyarakat pesisir yang sudah turun-temurun.
Menjaga Esensi, Menyesuaikan Bentuk
Ia menegaskan bahwa bentuk pelaksanaan dapat disesuaikan dengan kebiasaan warga di daerah masing-masing. Yang utama, kata Bonnie, adalah menjaga semangat kebersamaan dan rasa terima kasih atas rezeki dari laut. Dalam pandangannya, tradisi akan lebih kuat justru ketika mampu menemukan titik temu antara budaya, keyakinan, dan kebutuhan sosial masyarakat.
Source link


