Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara berkala memperbarui data korban terdampak banjir di Sumatra, khususnya di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Menurut Rekapitulasi Terdampak Bencana yang ditampilkan Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatera Tahun 2025, korban meninggal bertambah menjadi 604 orang. Tercatat juga sebanyak 464 orang masih hilang dan sekitar 2.600 orang mengalami luka-luka. Jumlah warga terdampak mencapai 1,5 juta jiwa, dengan sebanyak 570.700 warga yang masih mengungsi. Sebanyak 50 kabupaten terdampak dari bencana banjir bandang dan tanah longsor di ketiga provinsi tersebut. BNPB mencatat kerusakan signifikan terjadi pada 3.500 unit rumah yang mengalami kerusakan berat, 4.100 unit rumah rusak sedang, 20.500 unit rumah rusak ringan, 282 fasilitas dilaporkan rusak, dan 271 jembatan alami kerusakan.
Presiden Prabowo Subianto pada hari Senin turun langsung meninjau kondisi pengungsi dan terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam kunjungannya, Prabowo memprioritaskan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan pemulihan aliran listrik ke daerah terisolasi. Prabowo juga berjanji untuk memperbaiki infrastruktur esensial yang rusak akibat bencana banjir, termasuk jembatan dan fasilitas lainnya. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur di desa hingga kabupaten, dengan memastikan kelancaran bantuan langsung ke masyarakat yang terdampak. Prabowo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk membantu warga yang terkena dampak bencana, dengan memperbaiki semua rumah yang rusak akibat banjir.
Kunjungan Presiden Prabowo di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat juga memperlihatkan apresiasinya terhadap kinerja BNPB, Menteri Sosial Gus Ipul, dan TNI – Polri dalam penanganan bencana. Prabowo turut menyampaikan duka cita kepada keluarga yang kehilangan anggota akibat bencana serta menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat penderitaan rakyat. Prabowo secara langsung berinteraksi dengan warga korban bencana, bahkan bersedia berfoto bersama dengan mereka. Selain meninjau fasilitas publik dan infrastruktur yang rusak, Prabowo juga mendengarkan laporan dari kepala daerah setempat dan menyampaikan apresiasi atas upaya penanganan bencana yang dilakukan.


