Partai Golkar mencatat capaian tinggi dalam urusan keterbukaan informasi publik setelah meraih skor 98,6 dalam visitasi Komisi Informasi Pusat (KIP). Bagi partai berlambang pohon beringin itu, angka tersebut bukan sekadar nilai, melainkan penegasan bahwa transparansi kini menjadi bagian dari kerja politik yang ingin terus mereka jaga di depan publik.
Golkar Soroti Pentingnya Keterbukaan
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menyebut capaian itu sebagai bukti bahwa Golkar berkomitmen menjadi partai yang terbuka dan mudah diakses masyarakat. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Komisioner KIP Samrotunnajah Ismail ke kantor DPP Partai Golkar. Menurut Sarmuji, visitasi semacam ini penting karena memberi ruang penilaian langsung terhadap sejauh mana partai politik menjalankan prinsip keterbukaan informasi.
Dalam penilaiannya, Golkar menempatkan layanan informasi sebagai bagian yang harus bisa dijawab dengan cepat dan jelas. Sarmuji menegaskan, masyarakat berhak memperoleh informasi yang mereka butuhkan tanpa harus menghadapi proses yang berbelit. Karena itu, Golkar mengaku terus membangun sistem yang memungkinkan akses informasi berjalan lebih mudah dan lebih dekat dengan publik.
Visitasi KIP Jadi Sorotan
Skor 98,6 yang diraih Golkar menjadi perhatian tersendiri karena visitasi KIP disebut hanya menyasar 3 partai dan 21 lembaga publik. Dengan ruang penilaian yang terbatas itu, hasil yang diperoleh Golkar dinilai cukup signifikan dan menjadi tolok ukur penting bagi partai politik lain dalam membangun budaya transparansi.
Golkar berharap capaian tersebut tidak berhenti sebagai angka penilaian semata. Dengan dukungan ekosistem yang memadai, partai ini ingin terus memperkuat keterbukaan informasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik. Bagi Golkar, transparansi bukan hanya soal memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga soal menjaga kepercayaan publik dalam jangka panjang.
Di tengah tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap keterbukaan, capaian ini menjadi momentum bagi Golkar untuk menunjukkan bahwa akses informasi yang jelas, cepat, dan mudah dijangkau bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


